Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 5

Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Janji rumah relokasi pun belum terwujud penuh. “Dulu kami tanam padi, jagung, dan jambu mete. Sekarang tidak punya tanah. Uang habis, pekerjaan hilang,” tutur seorang warga di Rendu, matanya kosong menatap bukit gersang di tepian proyek.

Menakutkan, Bukan Melindungi
Sejak masa Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata, kawasan Waduk Lambo menjadi wilayah mencekam. Mirip medan perang ala mafia Nagekeo. Warga mencurigai siapa pun yang datang dari luar.

Bahkan aparat sipil daerah kesulitan melakukan sosialisasi karena “pintu masuk” waduk dikuasai aparat bersenjata. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah proyek strategis nasional (PSN) boleh dijalankan dengan atmosfer ketakutan?

Kehadiran Babinsa (TNI) memang kemudian terlihat, namun peran mereka terbatas.

Baca Juga :  Institut Nasional Flores Gelar Seminar Nasional SIGAP 2025 di Nagekeo

Kewenangan keamanan tetap di tangan Polres. Ironisnya, sebagian warga justru melihat aparat polisi sebagai bagian dari masalah, bukan solusi.

Polres Nagekeo perlu segera direformasi. Mabel Polri perlu mengirimkan tim independent-yang tidak terkait Polda NTT-agar akar kejahatan di tubuh Polres Nagekeo bisa dibongkar hingga ke akar-akarnya.  Reformasi Polri perlu dimulai dari Nagekeo.

Jangan biarkan oknum Polres apalagi oknum pimpinan institusi negara yang berwibawa menjadi, diduga kuat: pemimpin mafia.  Polisi harus menjadi penjaga Kamtibmas yang adil dan alat penegak hukum (APH)yang jujur.

Kasus Konkret

Media VixNtt.com edisi (5/10/2025) membantu kita memahami fakta kekerasan aparat yang diduga membekingi “tuan tanah palsu” untuk meneror warga buta hukum dalam soal tanah ulayat di area seputar waduk Lambo.

Baca Juga :  Sudah 585 Warga Nagekeo Digigit Hewan Penularan Rabies

Gaspar Raja, asal Dusun Malapoma, Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa, Nagekeo memilih tidak mau menghadapi proses hukum atas laporan dari “tuan tanah palsu” yang begitu sigap dan cekatan ditangani Polres Nagekeo. Apakah karena ada udang waduk Lambo di balik laporan “tuan tanah palsu?”

Bayangkan ada 12 apartat polisi yang menyergap rumahnya, 25 Juli 2025. Herannya, 12 polisi itu hanya menangkap angin. Hanya tangkap orang kampung saja dikerahkan 12 personel. Itu pun tanpa hasil. Rupanya 12 polisi itu belum dicuci otaknya oleh KH Destroyer.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 2,824 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA