Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 7

Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Menurut Kepala Suku Redu, Gabriel Bedi, tanah itu berstatus “tana ku rebe” yakni tanah ulayat Redu yang telah diolah secara turun-temurun dan diakui sebagai milik pribadi Gaspar Raja.

Di lokasi miliknya itu dipasang “Fani” oleh Wedo bersama Kapolres Nagekeo tanpa diketahuinya. Maka Gaspar menebas “Fani” itu dengan golok sambil memakan tanah.

Mengapa ritual itu tidak dilakukan di atas 14 bidang tanah tapi di atas tanah milik Gaspar? Itu hanya bisa dijawan Wedo dan gerombolannya, termasuk Kapolres Rachmat.

Laporan Wedo ditanggapi Polres Nagekeo dengan melayangkan surat panggilan klarifikasi atas laporan Wunibaldus, Jumat (30/05/2025). Gaspar berniat hadir pada 2 Juni 2025.

Baca Juga :  Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Namun, oknum polisi bernama Randi mendatanginya dan menyodorkan telepon dari Kabag Ops Polres Nagekeo, AKP Servulus Tegu. “Dalam telepon itu, Pak Tegu ancam saya, kalau hari itu saya tidak datang, polisi akan jemput paksa dan mereka langsung isi saya dalam penjara,” katanya.

Ancaman polisi dengan jabatan Kabag Ops.Polres Nagekeo sekaligus pemilik Kafe Coklat yang buka 24 jam itu membuat Gaspar mengurungkan niat. Mengapa Kabag Ops AKP Servulus Tegu mesti menelepon Gaspar dengan ancaman kekerasan?

Publik Nagekeo membaca, Kabag Ops Tegu ini punya tendensi buruk yang mesti diselidiki lebih mendalam.

Baca Juga :  Jalan Pulang ke Masa Depan (Apresiasi Jalan Kreatif Festival Jelajah Maumere 2025)

Proses hukum terkait dengan tanah ulayat waduk Lambo selalu disertai permainan kekerasan, kekasaran dari oknum aparat kepolisian kepada orang-orang kecil, sederhana dan buta hukum. Orang-orang kecil ini hanya mempunyai ketakutan.  Ketika ketakutannya dirampas oleh aparat sekelas Kabag Ops Tegu ini, apalagi yang diandalkan?

Mangkirnya Gaspar dari panggilan polisi sesungguhnya berdasar pada trauma peristiwa 4 April 2022 yang tidak akan pernah hilang dari catatan memori orang-orang Rendu.

Kala itu sebanyak 24 warga Malapoma ditangkap paksa oleh polisi. Kisah kelam di balik penangkapan itu telah berujung pada aksi penganiayaan terhadap Bernadinus Gaso, tokoh adat, dan Hiparkus Ngange, aktivis muda.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 2,824 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA