Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 9

Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Lebih dari kehilangan tanah, masyarakat adat kehilangan martabat. Uang ganti rugi yang seharusnya dikelola secara kolektif justru memecah ikatan suku.

Ketua-ketua adat difitnah, diintimidasi, bahkan diserang oleh kelompok muda yang termakan janji uang. Sebagian situs adat seperti kubur leluhur, pohon suci, dan tempat upacara kini tergusur alat berat.

“Bendungan ini bukan hanya menenggelamkan tanah kami, tapi juga menenggelamkan hati kami,” ujar seorang tokoh adat dari Suku Kawa-Lambo dalam nada getir.

Reformasi dan Harapan

Tragedi Waduk Lambo adalah cermin kegagalan sistemik: antara proyek strategis nasional dan integritas lokal yang rapuh. Karena itu, langkah penyelamatan harus menyentuh akar. Pertama, bongkar jaringan mafia tanah.

Baca Juga :  Warga Atakore Tolak Geothermal, Waiwejak Siap Dihancurkan PLN (Catatan untuk PLN dan Ketua Pokja PLTP Atadei)

Mabes Polri harus menurunkan tim independen di luar struktur Polda NTT untuk mengusut keterlibatan oknum aparat. Kedua, audit dan transparansi publik. Seluruh data penerima ganti rugi harus diumumkan terbuka. Setiap rupiah harus bisa dilacak.

Ketiga, perlindungan hukum bagi masyarakat adat. Hak ulayat harus diakui sebagai entitas kolektif, bukan obyek percaloan. Keempat, relokasi dan program ekonomi baru. Pemerintah wajib menyediakan lahan pengganti, modal usaha, dan pelatihan agar masyarakat tak jatuh miskin.

Kelima, media dan civil society harus bangkit. Jurnalis lokal harus bebas dari intimidasi dan mampu mengawasi proyek publik tanpa takut kriminalisasi.

Baca Juga :  Kapolres Minta Semua Pihak Ciptakan Pilkada Nagekeo Damai dan Aman

Media-media yang masih memiliki nurani “terjaga” mesti bersatu untuk melawan gelondongan masalah yang diaktori gerombolan mafia yang terstruktur dan sistematis.

Tidak ada kejahatan yang sempurna. Tidak pernah ada kejahatan yang abadi. Hanya kebenaran yang abadi. Tapi perlu ketahanan energi dan keberanian menerobos segala rintangan.

Waduk Lambo atau dikenal juga dengan nama waduk Mbay harus menjadi waduk harapan, bukan waduk Keputusasaan. Bendungan Mbay sejatinya bisa menjadi simbol kemajuan NTT: air bagi sawah, listrik bagi desa, dan harapan bagi generasi muda.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 2,824 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA