Hari Buruh, Bupati Ende Tekankan Upah, Kenyamanan Pekerja dan Jam Kerja - FloresPos Net

Hari Buruh, Bupati Ende Tekankan Upah, Kenyamanan Pekerja dan Jam Kerja

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 di Kabupaten Ende tidak dirayakan oleh pemerintah mau pun para buruh.

Aksi damai menyuarakan hak buruh dari aktivis atau buruh sendiri pun tidak dilakukan di Ende, Kota Rahim Pancasila padahal masih banyak ditemukan ketimpangan seperti upah, jam kerja dan kenyamanan yang menimpa buruh.

Bupati Ende, Yoseph Badeoda yang diminta tanggapannya tentang Hari Buruh, Jumat (1/5/2026) di rumah jabatan menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh buruh di Indonesia, NTT dan khususnya di Kabupaten Ende.

“Selamat Hari Buruh untuk buruh di Kabupaten Ende, tetap tegakan komitmen untuk memperjuangkan hak buruh sebagaimana diatur oleh peraturan”.

Orang nomor satu di Ende ini pun menekankan tiga hal di hari buruh tahun 2026. Tiga hal tersebut yaitu upah kerja, jam kerja dan kenyamanan lingkungan tempat kerja bagi buruh.

Dikatakan Bupati Ende pemerintah melihat banyak pekerja atau buruh bekerja dengan upah yang tidak sesuai atau tidak layak dan bekerja melebihi waktu kerja yang ditetapkan dalam aturan kerja.

“Kita sudah mendapatkan laporan bahwa banyak pekerja yang bekerja melebihi jam kerja, orang bisa lembur hingga malam dengan upah kerja yang tidak sesuai”.

Baca Juga :  Mesti Buka “Bengkel” Kapal di Manggarai Barat

Dengan kondisi demikian, kata Bupati, maka tidak memberikan kenyamanan bagi pekerja dan ada tindakan eksploitasi tenaga kerja yang dilakukan oleh pemberi kerja.

Terhadap hal tindakan yang masih dialami oleh para buruh, pemerintah akan segera mengambil langkah melindungi para guru.

Untuk memberikan perlindungan para buruh, kata Bupati, pemerintah akan membutuhkan data para pekerja atau buruh di Kabupaten Ende.

“Ini mestinya menjadi perhatian serius dari pemerintah untuk melindungi para buruh. Terkait tiga hal ini pemerintah akan melakukan pendataan buruh atau pekerja karena banyak buruh yang datang dari kampung dan tidak melapor maka tidak didata. Ini harus menjadi perhatian Dinas Transnaker”.

Bupati mengatakan kondisi yang masih dialami oleh para buruh adalah warning atau peringatan bagi pemerintah untuk melakukan pendataan sehingga bisa diketahui jumlah buruh, jam kerja, upah yang diterima dan kenyamanan lingkungan kerja sebagai upaya untuk melindungi buruh.

Bupati juga mengatakan hingga saat ini pemerintah belum mendapatkan data yang rill tentang buruh di Kabupaten Ende maka Bupati memerintahkan Dinas Transnaker untuk melakukan pendataan.

Pada momen hari buruh tahun 2026, Bupati Ende juga meminta kepada para buruh atau pekerja untuk melaporkan ke pemerintah jika mendapatkan upah yang tidak layak, bekerja melebihi jam kerja dan tempat kerja yang tidak nyaman.

Baca Juga :  Ketua Komisi 1 DPRD Ende Sebut Pemerintah Tidak Serius Urus Pemilu

“Ini menjadi perhatian serius pemerintah dan kepada buruh jangan takut lapor kepada pemerintah terkait upah yang tidak layak dan jam kerja yang melebihi batas maksimal serta diperlakukan tidak manusiawi. Pemerintah akan tindak tegas sesuai dengan aturan,” tegas Bupati.

Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Ende, Emanuel Teku mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah turun ke badan usaha dan perusahaan untuk melakukan pendataan tenaga kerja.

“Kita mulai dari badan usaha dan perusahaan dan targetnya data akurat bisa didapatkan dalam waktu satu dua minggu kedepan sudah selesai. Data tersebut akan disinkronkan dengan data BPS, Ende dalam angka”.

Soal upah pekerja, Kata Eman, beberapa waktu lalu Dinas Transnaker Ende menerima dan menangani pengaduan dari pekerja pada salah satu koperasi di Ende.

Terhadap pengaduan tersebut dilakukan mediasi dan klarifikasi ke koperasi tersebut. Manajemen koperasi tersebut menyampaikan bahwa memberikan upah kepada pekerja sesuai dengan kemampuan usaha. Hal tersebut dilakukannya sesuai dengan kesepakatan bersama.

Diketahui Upah Kerja Minimum (UMP) di Provinsi NTT sebesar Rp2.455.898 yang ditetapkan sejak awal januari lalu.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar
Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar
Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja
Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat
Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas
Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar
Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa
Bupati Endi: Kembalikan Manggarai Barat Sebagai Lumbung Pangan NTT
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:48 WITA

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WITA

Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:43 WITA

Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:37 WITA

Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:20 WITA

Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA