Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal - FloresPos Net

Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 12:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Dalam rangka memastikan kualitas penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) berjalan secara optimal, adil dan transparan, perwakilan Ombudsman RI NTT melakukan pemantauan langsung ke Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai salah satu lokasi pelaksanaan UTBK 2026, Rabu (29/4/2026).

‎Kegiatan pemantauan ini dipimpin oleh Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, Alberth Roy Kota didampingi asisten Ombudsman, Geradin M. J. Kotan, beserta Dedy M. Bunga.

Perwakilan Ombudsman NTT diterima langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana, Annytha I.R. Detha didampingi Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Universitas Nusa Cendana, Paul Gabriel Tamela bersama  jajaran panitia pelaksana UTBK 2026.

‎Berdasarkan hasil pemantauan dari Ombudsman NTT ditemukan bahwa pelaksanaan UTBK 2026 di Lokasi tersebut berjalan dengan baik.

Penyediaan sumber daya manusia sarana prasarana juga dinilai memadai dan berfungsi dengan baik.

‎“Pemantauan ini dilakukan secara menyeluruh terhadap alur pelaksanaan UTBK mulai dari proses registrasi peserta hingga pelaksanaan ujian guna memastikan hak-hak peserta terpenuhi,” ujar Alberth Kota.

‎Albert menyebutkan, dalam kegiatan pemantauan tersebut, Perwakilan Ombudsman RI NTT juga memastikan bahwa seluruh prosedur sudah berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Baca Juga :  Antraks Dapat Perhatian Serius Dinas Peternak Mabar

Termasuk kata dia, terkait kesiapan sarana prasarana serta kenyamanan dari peserta mengikuti ujian.

“Sebagai bentuk keterbukaan dan upaya peningkatan pelayanan, panitia juga menyediakan kanal pengaduan yang dapat diakses oleh seluruh peserta UTBK,” terangnya.

‎Menjaga keberimbangan informasi, pada saat pemantauan tersebut, Ombudsman juga melakukan wawancara terhadap beberapa peserta UTBK dan diperoleh informasi bahwa keterbukaan informasi dan ketersediaan saran prasarana dinilai cukup baik.

Namun, kertas buram yang berwarna coklat dinilai kurang efektif saat digunakan dengan pensil.

‎Dari sisi keamanan peserta, lanjut Alberth, panitia UTBK turut menyediakan dukungan dari pihak keamanan Universitas Nusa Cendana dan fasilitas kesehatan yang dilengkapi tenaga medis.

Peserta juga diberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan perangkat ujian (Komputer) serta tata tertib yang wajib dipatuhi selama pelaksanaan UTBK berlangsung.

‎Terkait aspek inklusivitas,sebut Alberth, Ombudsman juga mencatat bahwa panitia telah menyediakan sarana pendukung dan pelayanan khusus yang berlokasi di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan sebagai lokasi ujian bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Uskup Agung Kupang Mgr. Turang Pimpin Misa Requiem Uskup Sensi di Gereja Penfui Kupang

“Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan akses yang setara,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Alberth juga menyampaikan bahwa ada beberapa masukan yang disampaikan panitia pelaksana UTBK.

Dia memaparkan, Ombudsman berharap kedepan perlu adanya penambahan lokasi UTBK diluar Pulau Timor yang memungkinkan agar peserta dari luar Pulau Timor seperti Sumba dan Flores dapat meminimalisir pengeluaran untuk akomodasi dan transportasi saat mengikuti UTBK.

‎Adapun UTBK merupakan salah satu instrumen penting dari proses seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBT, ‎yang mengedepankan objektivitas dalam mengukur kemampuan akademik calon mahasiswa sebagai salah satu syarat utama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Ombudsman berkomitmen melakukan pengawalan agar proses ini dapat terlaksanakan secara optimal dan mengedepankan nilai-nilai integritas,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar
Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar
Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja
Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat
Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas
Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar
Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa
Bupati Endi: Kembalikan Manggarai Barat Sebagai Lumbung Pangan NTT
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:48 WITA

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WITA

Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:43 WITA

Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:37 WITA

Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:20 WITA

Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA