Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 4

Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Mungkin itu hasil didikan “bos” kaisar hitam yang dibela habis-habisan sampai kehilangan martabat sebagai orang beradat Nagekeo.

Publik Nagekeo sudah tahu, siapa yang masuk golongan mafia yang sedang mencengkeram Nagekeo saat ini. Suara besar dan tampang fisik mirip preman tidak pernah menyurutkan keberanian untuk bersuara benar.

Kita tunggu saja, setelah tulisan ini  para mafioso yang selama ini bersembunyi nyaman, mulai keluar satu per satu untuk “bernyanyi” membela “patung berhalanya.”

Suara yang membesar karena menahan bandang emosi setelah dikuliti sampai ke sumsum, membuktikan bahwa selama ini mereka mengais hidup dari hak orang-orang kecil dan sederhana di Nagekeo yang buta hukum.

Kita mengajak publik Nagekeo khususnya kaum muda agar bangkit melawan, maaf: dugaan pengacara gagal di Jakarta yang berubah rupa menjadi monster yang melumat siapa saja khususnya rakyat kecil pemilik tanah yang menerima ganti rugi.

Baca Juga :  Puluhan Kerbau dan Kuda Betina yang Dicurigai Akan Diselundupkan ke Jeneponto Hilang

Kata-kata penuh amarah keluar dari penerima manfaat dan para aktornya yang blingsatan disayat opini sederhana saja. Memang kita akan menghadapi kelompok penerima manfaat yang sudah nyaman sekian lama sebagai peneror. Orang-orang ini biasa bekerja dengan teror. Dan suara kebenaran tidak pernah boleh kalah atau dikalahkan oleh teror jahat.

Lebih tragis lagi, ada oknum aparat yang memanfaatkan kelemahan warga laki-laki dengan mengirim “ladies”-wanita panggilan dari kafe di Roe-serta minuman keras untuk menguras sisa uang kompensasi.

Uang yang seharusnya menyejahterakan keluarga justru menguap di malam-malam kelam hasil setingan oknum aparat polisi yang kafenya buka 24 jam nonstop. Ini sebuah petunjuk bagi Gereja untuk memperkuat benteng kehidupan keluarga yang begitu loyo di hadapan permainan “malam kelam” yang disetting oleh orang seagama juga.

Baca Juga :  Dokter PTT Belum Terima Gaji 5 Bulan, Ini Respons Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo

Kita sesalkan kok orang Katolik yang kebetulan punya secuil kuasa bisa terlibat melakukan kejahatan sistematis. Menjadi saudara orang suci tidak pernah menjamin yang bersangkutan juga hidup baik dan benar.

Dari “Ganti Untung” ke “Ganti Buntung”

Pada 2023, sempat tercatat lebih dari 50 mobil baru milik warga terdampak waduk. Kini, tinggal belasan unit yang masih beroperasi. Sisanya dijual kembali untuk bertahan hidup. Banyak keluarga kehilangan lahan pertanian tanpa lahan pengganti.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 2,824 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA