Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 8

Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Bernadinus bahkan dianiaya langsung oleh Kapolres Nagekeo saat itu, AKBP Yudha Pranata. Keduanya jatuh sakit berkepanjangan hingga meninggal dunia.

Kita berharap dari dunia seberang, darah Bernardus Gaso dan Hiparkus Ngange, terus mencari dan mengejar Yudha Pranata dan gerombolan mafianya hingga liang lahat.

Gaspar justru melarikan diri dan mencari perlindungan di Koramil 1625/05 Aesesa.

Dandim 1625 Ngada, Letkol CZY Denny Wahyu Setiawan, menegaskan TNI tidak mencampuri urusan instansi lain tetapi berhak melindungi warga sipil yang mencari perlindungan kepada TNI.

Gaspar dan keluarganya bahkan diizinkan tidur dua malam di Koramil. Sejak itu, situasi Malapoma relatif tenang. Anggota TNI kerap melintas dan bercengkrama dengan warga.

Gaspar pun juga telah kembali ke rumah. Atas keamanan iti, Gaspar secara sadar juga telah membuka kembali akses menuju Kantor Direksi yang sebelumnya dia pagari.

Baca Juga :  Nagekeo dalam Cengkeraman Mafia?

Ekonomi Bayangan di Sekitar Waduk

Tak berhenti pada tanah, mafia waduk juga menguasai bisnis turunan. Pasokan material (galian C), suplai BBM bersubsidi, bahkan logistik proyek diduga dikendalikan kelompok yang sama. Pemilik izin tambang (IUP) sebagian besar adalah orang dekat aparat lokal atau makelar proyek dari luar daerah.

Kelangkaan BBM di Nagekeo yang sering terjadi sejak proyek berjalan bukan semata faktor distribusi tetapi karena sebagian besar BBM subsidi dialihkan ke waduk. Cengkeraman mafia sudah sangat masif. Rakyat Nagekeo sudah saatnya harus bangkit untuk membersihkan waduk Lambo dari tangan-tangan gerombolan mafia.

Baca Juga :  Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)

Proyek Besar, Rakyat Kecil

Publik tahu bahwa potensi Waduk Mbay sangat besar. Dengan kapasitas tampung 51,74 juta m³, waduk ini akan menjadi yang terbesar di NTT, menyaingi Bendungan Temef (45 juta m³). Fungsinya vital: Irigasi 6.100 ha sawah (Mbay Kanan dan Kiri), air baku 205 liter/detik untuk PDAM Nagekeo, dan reduksi banjir 283 m³/detik di Sungai Aesesa.

Presiden Jokowi bahkan berharap, setelah rampung, produksi beras Nagekeo meningkat 250 %. Namun, per Oktober 2025, progres fisik baru berkisar 35-40 %, jauh dari target rampung 2024. Hambatan utama bukan teknis, melainkan sosial dan tata kelola: pembebasan lahan yang rusak oleh intrik dan korupsi dari gerombolan mafia.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 2,824 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA