Makan Bergizi Gratis, Menu Sehat untuk Generasi Emas - FloresPos Net - Page 5

Makan Bergizi Gratis, Menu Sehat untuk Generasi Emas

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 14:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inosensius Enryco Mokos

Inosensius Enryco Mokos

Keempat, perhatian khusus untuk pelaku usaha kantin di sekolah. Ada banyak pelaku usaha kantin di sekolah yang akan terdampak dari program MBG ini, kehadiran para guru yang tetap membeli produk mereka dan juga melibatkan mereka untuk penyedian bahan pokok untuk menu makanan akan mengurangi penurunan omset penjual kecil ini. Hal ini untuk bisa membantu usaha mereka yang terdampak.

Kelima, evaluasi. Perlu adanya Evaluasi berkelanjutan untuk perbaikan dan perubahan program MBG ini sehingga lebih memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan pada anak-anak tentunya.

Baca Juga :  Fenomena Non-Aktif: Negosiasi antara Kekuasaan, Moral Publik dan Tekanan Sosial

Kesimpulan

Tujuan utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak-anak, dan mengentaskan kemiskinan.

Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak di Indonesia mendapatkan gizi yang cukup dan berkualitas, sehingga dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Sebagai masyarakat tentu mendukung program pemerintah yang baik ini.

Baca Juga :  Bijak Bermedia Komunikasi Sosial Agar Tidak Terpenjara dalam Dunianya

Dengan evaluasi dan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran, sanitasi, kebersihan dan gizi tentunya cita-cita pemerintah akan tercapai dan Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang memiliki masyarakat maju. Semoga! *

Penulis adalah Peneliti Komunikasi Pendidikan dan Budaya, Tinggal di Kupang-NTT

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah
Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan
Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Krisis sebagai Penggerak Transformasi
Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib
Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?
Hindayana dan Kurikulum Keteladanan
Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WITA

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:46 WITA

Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:36 WITA

Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:05 WITA

Krisis sebagai Penggerak Transformasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:05 WITA

Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib

Berita Terbaru