Omset dan penghasilan mereka akan berkurang karena siswa mendapatkan makanan dari pemerintah.
Mereka, para pelaku usaha kantin merupakan masyarakat yang paling terdampak dari program MBG ini. Perlu untuk memperhatikan dan memberikan solusi yang terbaik guna menyikapi hal ini.
Solusi Menyikapi yang Terlupakan
Untuk menyikapi beberapa hal yang terlupakan diatas maka perlu langkah dan tindakan praktis untuk bisa memitigasi dampak yang akan terjadi sambil membantu dan mengembangkan apa yang sudah baik. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan.
Pertama, terkait kebersihan, sanitasi dan cita rasa makanan. Pemerintah bisa melakukan pengawasan yang ketat. Pemilihan vendor makanan yang baik, peninjauan tempat pembuatan makanan perlu untuk selalu dilakukan.
Dari himbauan Menteri Kesehatan yang menjamin kualitas dan kebersihan makanan maka pemerintah daerah perlu melakukan pengawasan yang ketat terhadap para vendor yang menyediakan makanan. Pengawasan yang ketat menjamin kualitas makanan yang disajikan.
Kedua, pengelolaan sampah yang baik. Kerja sama dengan dinas lingkungan hidup untuk pengelolaan sampah lanjutan dari MBG ini.
Hal ini perlu dilakukan untuk menanggulangi produk sampah yang akan bertambah dalam program MBG. Dengan pengelolaan sampah yang baik juga bisa mengurangi dampak kesehatan yang bisa muncul nantinya.
Ketiga, kerjasama lintas organisasi. Perlu adanya kolaborasi lintas organisasi antar pemerintah dengan lembaga kesehatan untuk memastikan gizi yang diberikan dalam MBG terjamin.
Hal ini hanya bisa terjadi dengan pelibatan langsung ahli gizi untuk memberikan penilaian terlebih dahulu MBG yang akan dimakan siswa. Bisa bekerjasama sama dengan para dokter gizi atau ahli gizi di universitas.
Sehingga meskipun menunya menggunakan bahan pokok di daerah tetapi kualitas gizi makanan tetap terjamin.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










