Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026) - FloresPos Net

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

SEJAK Senin, 20 Juli 2026, Jakarta ‘dipadati’ oleh para uskup, imam, religius, dan delegasi dari berbagai penjuru benua. Kehadiran mereka menandai dimulainya Sidang Pleno XII Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC), sebuah peristiwa yang melampaui rutinitas pertemuan gerejawi biasa.

Momen ini hadir sebagai denyut nadi baru bagi Gereja Katolik di Asia, mengajak seluruh umat untuk merenungkan kembali identitas dan misi perutusan di tengah benua yang sarat dinamika serta tantangan.

Di atas tanah Jakarta yang menjadi tuan rumah, para pemimpin Gereja dipersatukan oleh satu visi luhur. Merajut persaudaraan di tengah keberagaman yang kompleks.

Sidang ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan langkah, memastikan bahwa suara Gereja tetap menjadi ‘mercusuar damai’ yang menerangi kegelapan zaman.

Baca Juga :  Kerugian Akibat Kebakaran di SMPN 1 Ende Capai Rp1,8 Miliar

Dengan hati yang terbuka, mereka siap menapaki hari-hari penuh rahmat, membawa semangat pembaharuan yang akan bergema dari ruang sidang hingga ke pelosok paroki yang paling terpencil.

Realitas Gereja di Asia sering kali dihadapkan pada posisi sebagai kelompok minoritas di tengah masyarakat yang sangat majemuk.

Dalam situasi yang rentan ini, Kardinal Filipe Neri Ferrão, Presiden FABC, menyampaikan pesan yang sangat relevan. Gereja dipanggil untuk membangun jembatan dialog, rekonsiliasi, dan saling pengertian. Bukan sebaliknya mendirikan tembok pemisah. Sikap ini merupakan respons profetik terhadap kecenderungan global yang kerap memilih isolasi dan eksklusivitas ketimbang keterbukaan.

Baca Juga :  Sawo, Ini Ragam Manfaatnya bagi Kesehatan

Pemahaman tentang metafora jembatan ini diperkaya oleh refleksi Kardinal Pablo Virgilio David. Ia mengingatkan bahwa jembatan justru dibangun karena adanya keterpisahan. Gereja menemukan makna sejati misinya bukan ketika semua orang telah bersatu secara sempurna, melainkan ketika masih ada jurang yang memisahkan manusia.

Di tengah polarisasi yang kerap mewarnai kehidupan sosial di Asia, kehadiran Gereja harus menjadi kesaksian nyata Injil melalui perjumpaan dan dialog yang tulus, tanpa mengabaikan realitas perbedaan yang ada.

Upaya merajut jembatan tersebut memerlukan fondasi yang kokoh, yaitu sinodalitas. Sebagaimana ditegaskan Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi dalam homilinya, sinodalitas bertumbuh dari kehidupan komunitas yang saling peduli dan berjalan bersama.

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA