ENDE, FLORESPOS.net-Tim Kecamatan Ndona meraih hasil positif saat melakoni laga ketiganya menjamu tim bertabur bintang sepak bola NTT atau bintang tarkam di Stadion Marilonga, Jumat (18/7/2025) sore.
Sang juara bertahan berhasil menahan imbang Kecamatan Ende Selatan (Ensel) dengan skor 1-1 di laga itu.
Dengan hasil tersebut, Kecamatan Ndona sudah memastikan diri melangkah ke babak delapan besar Bupati Ende Cup (BEC) 2025.
Tim Kecamatan Ndona sudah mengumpulkan poin tujuh hasil dua kali kemenangan saat melawan Wolojita, Kecamatan Lepembusu Kelisoke dan satu seri melawan Kecamatan Ensel.
Yuven Bari, pelatih Kecamatan Ndona mengatakan puas dengan penampilan anak asuhnya pada laga tersebut. “Saya puas karena hasil ini sudah memastikan langkah kami ke babak selanjutnya,” katanya.
Meski demikian, kata Yuven, ia ingin timnya keluar sebagai juara grup. “Kami masih menyisakan satu laga dan saya ingin kami juara grup. Kami target menang di laga terakhir melawan Kecamatan Ende,” katanya.
Jalannya Laga
Sejak kick off babak pertama Kecamatan Ensel yang dimotori kapten tim Adi Atep (10) langsung menekan pertahanan Kecamatan Ndona.
Beberapa peluang tercipta di awal babak pertama. Zainal (21) streker Ensel yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang Ndona membuang peluang emas. Sontekannya masih dibaca oleh Ones dan melebar dari gawang.
Meski belum cetak gol hingga menit ke 30, Atep Cs tidak patah semangat. Mereka terus menyerang ke area pertahanan Ndona dengan kreasi bola panjang dan pendek.
Tepat di menit ke 31, Kecamatan Ensel mendapatkan peluang dari servis bola mati di area permainan Ndona.
Atep mengambil bola itu dan mengirimkan umpan akurat di mulut gawang Ndona. Bola itu disambut pemain bernomor punggung 11 dan membawa Ensel unggul dengan sundulan yang tak mampu dibaca oleh Ones.
Setelah gol tersebut anak-anak Ndona keluar menyerang untuk melahirkan gol pengimbang. Namun barisan belakang Ensel yang digalang oleh Muhajir (5) dan Ivan Montero (15) masih tangguh. Hingga turun minum skor tetap 1-0 untuk Ensel.
Masuk di babak kedua Ensel masih melancarkan serangan. Adi Atep dan kawan- kawan masih memburu gol kedua. Sedangkan Kecamatan Ndona sibuk bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.
Hingga menit ke 60 belum ada gol dari kedua tim. Pelatih Ndona pun melakukan rotasi pemain untuk menambah daya gedor.
Rotasi itu terbukti. Tepat di menit ke 71 pemain bernomor punggung 14 atas nama Lugerus berdiri bebas. Ia melakukan tendangan firts time keras yang tak dapat dihalau oleh kiper Ensel, Aditya Rahman.
Setelah gol tersebut, kedua tim mulai saling serang dan untuk mencuri gol keunggulan. Namun tak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang akhir pertandingan.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando











