Demokrasi Desa yang Bermartabat - FloresPos Net

Demokrasi Desa yang Bermartabat

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sumardi

PEMILIHAN kepala desa adalah bagian dari demokrasi yang memberi kesempatan kepada masyarakat, untuk menentukan pemimpin terbaik.

Namun, demokrasi akan kehilangan maknanya, apabila perbedaan pilihan justru memecah belah keluarga, merenggangkan hubungan antar tetangga, dan mengikis semangat persaudaraan dan kekeluargaan, yang selama ini menjadi kekuatan utama desa.

Desa dibangun di atas nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan saling menghormati. Karena itu, politik di desa seharusnya menjadi ruang untuk bertukar gagasan, dan menawarkan solusi, bukan arena saling menghina, intimidasi, provokasi yang menumbuhkan kebencian satu sama lain.

Pilihan politik bersifat sementara, sedangkan hubungan keluarga dan persaudaraan akan terus berlanjut. Dalam setiap kontestasi, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar.

Baca Juga :  Menata Arah Pendidikan dengan Pikiran Strategis

Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, tanpa tekanan, ancaman ataupun intimidasi. Menghormati pilihan orang lain merupakan salah satu ciri kedewasaan dalam berdemokrasi.

Politik yang santun juga berarti mengedepankan etika. Para pendukung maupun calon hendaknya menyampaikan program, visi, dan misi dengan bahasa yang baik, serta menghindari serangan personal.

Masyarakat pun perlu bijak dalam menggunakan media sosial. dengan tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Setelah pemilihan usai, siapa pun yang terpilih adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat desa. Saat itulah semua perbedaan harus diakhiri, dan diganti dengan semangat bekerja bersama membangun desa.

Baca Juga :  Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila

Tidak ada lagi kubu-kubu yang saling berhadapan, karena tujuan kita sama, yaitu kemajuan dan kesejahteraan desa. Mari jadikan setiap pemilihan kepala desa sebagai pesta demokrasi yang bermartabat.

Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai merusak hubungan keluarga, persahabatan dan kekerabatan. Boleh berbeda dukungan, tetapi jangan sampai menghilangkan rasa hormat.

Sebab, desa yang kuat bukan hanya karena memiliki pemimpin yang baik, tetapi juga karena masyarakatnya mampu menjaga persaudaraan di atas segala perbedaan.

Jabatan memiliki batas waktu, tetapi keluarga dan persaudaraan adalah ikatan seumur hidup. Karena itu, jangan biarkan politik sesaat merusak hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun. *

Penulis adalah Kepala Desa Siru, Kabupaten Manggarai Barat, NTT

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional
Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama
Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?
Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi?
Tiga Kampung di Manggarai Barat Akhirnya Menikmati Air Bersih
Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan
Jeritan Tanah Jengkalang-Manggarai dalam Terang Laudato Si
Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:16 WITA

Demokrasi Desa yang Bermartabat

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:08 WITA

Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WITA

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:40 WITA

Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:22 WITA

Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi?

Berita Terbaru

Desa Kita

Demokrasi Desa yang Bermartabat

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:16 WITA