Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan - FloresPos Net

Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pius Jemadu, S.Fil

KEMAJUAN teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Informasi menjadi lebih mudah diakses, komunikasi semakin cepat, dan berbagai layanan dapat dinikmati hanya melalui telepon genggam.

Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya adalah maraknya judi online dan berkembangnya budaya konsumtif yang sering dibungkus dengan istilah “healing”.

Fenomena ini layak menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga memengaruhi cara berpikir dan cara masyarakat menentukan prioritas hidup.

Di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok, banyak keluarga mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga beras, minyak goreng, biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya terus menjadi beban. Keluhan tentang ekonomi menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.

Baca Juga :  Dampak Positif Pembukaan Kembali Bandara Frans Seda Maumere yang Tutup Akibat Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki

Namun, di sisi lain, kita juga menyaksikan paradoks. Sebagian masyarakat yang mengaku kesulitan ekonomi masih menyisihkan uang untuk berjudi secara daring atau menghabiskan penghasilan demi gaya hidup yang sebenarnya bukan kebutuhan utama.

Judi online berkembang sangat cepat karena menawarkan ilusi memperoleh kekayaan tanpa kerja keras. Dengan modal yang relatif kecil, seseorang merasa memiliki peluang menjadi kaya dalam waktu singkat.

Padahal kenyataannya, sistem judi dirancang agar pemain lebih banyak mengalami kerugian daripada keuntungan. Banyak keluarga kehilangan tabungan, terjerat utang, bahkan mengalami keretakan rumah tangga akibat kecanduan judi online. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga kepercayaan, masa depan anak-anak, dan ketenangan hidup.

Di sisi lain, budaya “healing” yang pada awalnya dimaksudkan sebagai upaya menjaga kesehatan mental juga mengalami pergeseran makna. Beristirahat, berekreasi, dan menyegarkan pikiran merupakan kebutuhan manusia yang wajar.

Baca Juga :  Ode untuk Flamingo yang Sedang Memudar (Menilik Psikologi di Balik "Pudarnya" Identitas Ibu)

Namun, ketika “healing” dimaknai sebagai keharusan mengikuti tren, mengunjungi tempat-tempat yang sedang viral, atau menghabiskan uang demi konten media sosial, maka yang terjadi bukan lagi pemulihan diri, melainkan konsumsi yang tidak terkendali. Tidak sedikit orang rela berutang atau mengabaikan kebutuhan pokok demi memenuhi gaya hidup yang dianggap dapat meningkatkan status sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata-mata rendahnya pendapatan masyarakat, melainkan juga lemahnya kemampuan dalam menentukan skala prioritas. Kesejahteraan keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelola pengeluaran.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Jeritan Tanah Jengkalang-Manggarai dalam Terang Laudato Si
Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ
Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang
Menguji Nurani di Jengkalang: Antara Jeritan Perut dan Panggilan Menjaga Bumi
Menimbang Etika Politik Pilkades
Wajah Gereja Sinodal, Kenotik, dan Inkulturatif di San Juan Lebao Tengah
Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo
Menakar Kapasitas Pemimpin Desa Ditengah Efesiensi Anggaran
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:05 WITA

Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan

Senin, 6 Juli 2026 - 18:33 WITA

Jeritan Tanah Jengkalang-Manggarai dalam Terang Laudato Si

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:07 WITA

Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:10 WITA

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:33 WITA

Menguji Nurani di Jengkalang: Antara Jeritan Perut dan Panggilan Menjaga Bumi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Utang Pajak Kecamatan Komodo Manggarai Barat 18 Miliar Rupiah

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:39 WITA

Nusa Bunga

Ende Tengah dan Maukaro Amankan Tiga Poin di Laga Pertama

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:25 WITA