Menimbang Etika Politik Pilkades - FloresPos Net

Menimbang Etika Politik Pilkades

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sumardi

PESTA demokrasi di desa merupakan momentum penting, untuk menentukan arah pembangunan dan kepemimpinan desa ke depan.

Dalam proses tersebut, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, dan merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Namun, perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persaudaraan, memecah belah masyarakat, atau menghilangkan kebersamaan.

Masyarakat desa pada dasarnya hidup dalam satu lingkungan sosial yang saling membutuhkan. Hari ini mungkin berbeda pilihan politik, tetapi besok tetap bertemu di kebun, di sawah, masjid, dalam acara pesta pernikahan, tempat tongkrongan, serta dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Karena itu, menjaga hubungan baik, jauh lebih penting dari pada memenangkan perdebatan politik yang tidak sehat.

Baca Juga :  SPFT: Inovasi Teknologi Tumbuhan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Politik santun adalah politik yang mengedepankan etika, menghargai perbedaan pendapat, dan menghindari fitnah maupun ujaran kebencian.

Setiap calon dan pendukungnya berhak menyampaikan visi, misi, serta program kerja kepada masyarakat, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bermartabat tanpa menjatuhkan pihak lain.

Masyarakat pun perlu bijak dalam menerima informasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Kedewasaan politik ditunjukkan bukan hanya saat memilih, tetapi juga saat menerima hasil pemilihan nantinya.

Siapa pun yang terpilih adalah pemimpin seluruh warga desa, bukan hanya kelompok tim dan pendukungnya.

Sebaliknya, yang belum mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetap memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan desa melalui kritik dan masukan yang konstruktif. Desa yang maju adalah, desa yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Baca Juga :  Relasi Antara Kaum Pekerja dengan Majikan dalam Ensiklik Rerum Novarum

Demokrasi harus menjadi sarana memperkuat kebersamaan, bukan menciptakan permusuhan. Karenanya, mari kita jadikan setiap proses politik sebagai ajang adu narasi dan gagasan, bukan adu kebencian. Pada akhirnya, pemilihan kepala desa akan berlalu, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga.

Siapa pun pilihan kita, mari tetap bergandengan tangan membangun desa yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

Karena kemenangan sejati bukan hanya memenangkan pemilihan, melainkan menjaga persatuan dan masa depan desa bersama. “Beda pilihan itu biasa, tetapi bersaudara itu yang utama.” *

Penulis adalah Kepala Desa Siru, Kabupaten Manggarai Barat, NTT

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA