Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan - FloresPos Net

Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aschari Senjahari Rawe

PERTANDINGAN Persami Maumere melawan BMP Flores Timur di Soeratin Cup U-17 2026 di Maumere bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang melaju. Laga seperti ini juga menjadi cermin bagaimana sepak bola NTT membangun karakter, sportivitas, dan kepercayaan terhadap perangkat pertandingan.

Kontroversi mengenai sebuah gol dalam pertandingan adalah hal yang dapat terjadi dalam sepak bola. Namun, persoalan terpenting bukan hanya apakah gol tersebut sah atau tidak, melainkan bagaimana pemain, pelatih, official, wasit, panitia, dan penonton menyikapi keputusan tersebut.

Sepak bola akan kehilangan makna pendidikan apabila setiap keputusan wasit selalu direspons dengan emosi, tekanan, atau tuduhan tanpa dasar yang jelas. Sebaliknya, apabila terdapat kesalahan dalam pengambilan keputusan, mekanisme evaluasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan regulasi dan bukti pertandingan.

Baca Juga :  Suara Kecil, Harapan Besar (sebuah sisipan di Hari Anak Internasional)

Soeratin Cup U-17 seharusnya dipandang sebagai ruang pembinaan generasi muda. Turnamen 2026 di Maumere melibatkan 20 tim putra dari berbagai kabupaten/kota NTT dan sejak awal ditempatkan sebagai ajang pembinaan serta pencarian talenta muda.

Karena itu, karakter pertandingan harus lebih tinggi daripada sekadar hasil pertandingan. Pemain muda harus belajar menerima keputusan, mengendalikan emosi, menghormati lawan, dan tetap bermain sampai peluit akhir. Pelatih dan official juga mempunyai tanggung jawab besar untuk memberikan contoh kepada pemain.

Baca Juga :  Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Di sisi lain, perangkat pertandingan juga harus berani melakukan evaluasi. Jika sebuah keputusan kontroversial menimbulkan pertanyaan publik, maka transparansi dan evaluasi profesional justru akan memperkuat kepercayaan terhadap kompetisi. Bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, tetapi untuk memastikan kualitas pertandingan berikutnya menjadi lebih baik.

Sepak bola NTT Membutuhkan Perubahan Karakter

Kontroversi Persami versus BMP Flores Timur seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki beberapa hal:

1. Wasit harus konsisten dan berani mengambil keputusan berdasarkan aturan.

2. Pemain harus menghormati keputusan wasit dan tidak mudah terpancing emosi.

3. Pelatih dan official harus menjadi teladan dalam mengendalikan situasi.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA