4. Panitia harus memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan profesional.
5. Penonton harus memberikan dukungan tanpa intimidasi atau provokasi.
6. Setiap kontroversi harus dievaluasi berdasarkan fakta, rekaman pertandingan, dan regulasi, bukan berdasarkan fanatisme daerah.
Yang lebih penting, jangan sampai persaingan Maumere melawan BMP Flores Timur berubah menjadi persoalan antar daerah. Persami membawa nama Sikka/Maumere, sementara BMP membawa nama Flores Timur. Keduanya sama-sama bagian dari keluarga besar sepak bola NTT.
Kemenangan Adalah Hasil Pertandingan, tetapi Karakter Adalah Warisan.
Jika Soeratin Cup benar-benar ingin menjadi wadah pembinaan pemain muda NTT menuju level nasional, maka kualitas pertandingan harus dibangun bersama: kualitas pemain, pelatih, wasit, official, panitia, dan penonton.
Kontroversi sebuah gol jangan dijadikan alasan untuk memecah sepak bola NTT. Jadikan kontroversi sebagai bahan evaluasi agar ke depan keputusan pertandingan semakin profesional, teknologi dan mekanisme pengawasan semakin baik, serta budaya sportivitas semakin kuat.
Sepak bola NTT tidak hanya membutuhkan pemain yang hebat mencetak gol, tetapi juga manusia yang hebat dalam menghormati aturan, lawan, dan sportivitas. *
Penulis adalah Dosen Mata Kuliah Pendidikan Jasmani Prodi PGSD Universitas Flores.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2









