Pilkades Mulumese Berjalan Damai, Tiga Calon menyapa Warga dan Harap Pemimpin Baru Bawa Perubahan Ekonomi - FloresPos Net

Pilkades Mulumese Berjalan Damai, Tiga Calon menyapa Warga dan Harap Pemimpin Baru Bawa Perubahan Ekonomi

- Jurnalis

Minggu, 8 November 2026 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Maria Natalia Wru

PELAKSANAAN kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mulumese, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 November 2026, berjalan aman, tertib, damai, dan penuh suasana kekeluargaan.

Tiga calon kepala desa yang berkompetisi dalam pesta demokrasi itu, adalah Petrus Sila, S.Pd. (Nomor Urut 1), Wilibrodus Laghe (Nomor Urut 2), dan Servasius Woni (Nomor Urut 3). Ketiganya merupakan putra asli Desa Mulumese yang terpanggil mengambil bagian dalam pembangunan desa pemekaran tersebut.

Selama tiga hari berturut-turut, masing-masing calon secara bergiliran menyampaikan visi, misi, serta program unggulan di hadapan masyarakat.

Kampanye ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mengenal lebih dekat gagasan dan komitmen setiap calon dalam membawa Desa Mulumese menuju masa depan yang lebih baik.

Kampanye, 4 November 2026: Petrus Sila, S.Pd. (Nomor Urut 1)

Moto: “Pasti, Amanah, dan Santun.”

Kampanye hari pertama dibuka oleh calon kepala desa nomor urut 1, Petrus Sila, S.Pd., yang berlangsung di Lapangan Dusun 01, Desa Mulumese.

Dalam kesempatan tersebut, Petrus memaparkan visi besarnya, yakni “Terwujudnya Desa Mulumese yang Mandiri, Transparan, Adil, dan Berbudaya Berbasis Semangat Gotong Royong.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Petrus menekankan pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan terbuka, pemerataan pembangunan bagi seluruh masyarakat, serta penguatan nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong sebagai landasan pembangunan desa.

Dalam orasinya, Petrus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun perekonomian desa.

“Mari kita bangkit bersama. Membangun kemajuan perekonomian Mulumese melalui semangat gotong royong untuk Mulumese yang lebih sejahtera,” ungkap Petrus Sila.

Kampanye, 5 November 2026: Wilibrodus Laghe (Nomor Urut 2)

Moto: “Membangun dengan Hati, Menata dengan Bukti.”

Memasuki hari kedua, giliran calon kepala desa nomor urut 2, Wilibrodus Laghe menyapa masyarakat di Lapangan Dusun 01.

Dalam kampanyenya, Wilibrodus menyampaikan visi untuk mewujudkan Desa Mulumese yang maju, mandiri, dan berbudaya.

Ada dua program utama yang menjadi fokus perjuangannya.

Pertama, meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, pelayanan kesehatan, dan pendidikan yang lebih terjangkau. Ia juga memberikan perhatian khusus kepada kaum muda agar memiliki kesempatan untuk berkarya, mengembangkan potensi, dan membangun usaha di desa sendiri.

Kedua, membangun serta memperbaiki infrastruktur jalan desa agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih mudah, lancar, dan mendukung aktivitas perekonomian warga.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Wilibrodus menegaskan pentingnya pemerintahan yang profesional, transparan, dan demokratis.

“Adanya penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, transparan, dan demokratis merupakan salah satu syarat menuju desa yang maju dan mandiri,” ungkap Wilibrodus Laghe.

Kampanye, 6 November 2026: Servasius Woni (Nomor Urut 3)

Moto: “Saatnya Orang Muda Beraksi, Membangun Mulumese yang Berakar dari Keluarga.”

Menutup rangkaian kampanye terbuka, calon kepala desa nomor urut 3, Servasius Woni, menggelar pertemuan bersama masyarakat di Lapangan Dusun 01, Desa Mulumese.

Baca Juga :  Ketika Imam Lintas Kongregasi di Keuskupan Maumere “Bereuni” di Pusara Makam Katekis Dua Maria Margaretha

Dalam kampanyenya, Servasius mengusung visi: “Mewujudkan Masyarakat Desa Mulumese yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya Berbasis Potensi Lokal.”

Dengan mengedepankan semangat persatuan dan pemberdayaan masyarakat, ia menegaskan bahwa kemajuan desa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat saling mendukung dan bekerja sama.

Program unggulan yang ditawarkan meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian dan peternakan untuk memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian desa.

Selain itu, ia berkomitmen mengoptimalkan peran BUMDes dan kelompok usaha masyarakat dalam meningkatkan perekonomian lokal. Perhatian juga diberikan kepada generasi muda agar menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, produktif, dan berdaya saing sebagai penerus pembangunan Desa Mulumese.

Orang Muda Harus Berani Beraksi, Bukan Hanya Menjadi Penonton

Servasius Woni dalam wawancara menjelaskan alasan dirinya maju sebagai calon kepala desa Mulumese.

Ia mengungkapkan, pencalonannya berangkat dari kecintaan yang mendalam terhadap kampung halaman serta keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Alasan saya mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Mulumese karena saya memiliki rasa cinta yang sangat mendalam terhadap kampung atau desa kita ini. Ketika melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, dan saya sendiri juga merasakannya, sebagai orang muda saya tidak ingin tinggal diam.”

“Sesuai dengan moto saya, sudah saatnya orang muda berkarya dan beraksi, bukan hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat langsung dalam proses pembangunan desa,” kata Servasius Woni.

Ia juga menilai perkembangan teknologi dan era globalisasi menuntut adanya generasi pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurutnya, kaum muda memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pembangunan desa dengan membawa gagasan serta semangat baru.

Servasius juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama calon kepala desa maupun para pendukung masing-masing kandidat.

“Kami sesama calon harus tetap menjaga situasi dan selalu berkomunikasi dengan baik. Saya sebagai orang muda selalu ingin menikmati suasana dengan penuh persaudaraan, baik dengan calon nomor urut 1 maupun nomor urut 2, termasuk seluruh pendukung.”

“Kita harus tetap bertegur sapa dan bergembira bersama. Karena saya punya prinsip, politik hanya sesaat, tetapi kekeluargaan berlangsung sampai kapan pun dan tidak pernah putus,” tegas Servasius Woni.

Lebih lanjut, ia menyampaikan lima poin penting kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pelaksanaan Pilkades, yaitu:

1. Saling menghargai perbedaan pilihan politik.

2. Mengutamakan kepentingan dan kemajuan desa.

3. Menghindari fitnah, provokasi, serta informasi yang dapat memecah belah masyarakat.

4. Tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan, agama, dan budaya.

5. Menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa dan lapang dada.

Harapan Warga: Pilkades Damai, Persaudaraan Tetap Diutamakan

Di tengah berlangsungnya rangkaian kampanye, pesan persatuan dan kekeluargaan menjadi harapan utama masyarakat Desa Mulumese.

Salah seorang tokoh masyarakat, Fridus Teras, mengungkapkan harapannya agar pelaksanaan Pilkades Mulumese dapat menjadi contoh demokrasi desa yang berlangsung secara damai, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.

“Kita ingin Pilkades Mulumese ini menjadi contoh pemilihan kepala desa yang damai dan tertib. Dengan adanya pemilihan ini, siapa pun yang terpilih nanti, kita harus tetap bersatu. Persatuan dan kesatuan sebagai sesama saudara adalah yang utama.”

Baca Juga :  Bupati Andreas Paru Ajak Kopdit Sangosay Kerjasama di Sektor Pariwisata

“Kita tidak boleh terpecah karena pesta demokrasi ini, sebab kita semua adalah keluarga besar Mulumese. Kita juga siap melaksanakan pemilihan kepala desa pada tanggal 12 November 2026,” ungkap Fridus Teras.

Senada dengan harapan tersebut, seorang warga Mulumese, Hans Lazu, menyampaikan selama tiga hari pelaksanaan kampanye, situasi keamanan tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, masyarakat menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam mengikuti setiap tahapan kampanye yang dilaksanakan oleh ketiga kandidat.

Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Kepala Desa Mulumese dapat benar-benar merealisasikan visi, misi, dan program kerja yang telah disampaikan selama masa kampanye.

Harapan tersebut tentunya demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Mulumese.

Panitia Pastikan Seluruh Tahapan Kampanye Berjalan Sesuai Aturan

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Mulumese, Bernadus Nanggo, menjelaskan bahwa pihak panitia telah melakukan berbagai persiapan sebelum pelaksanaan kampanye berlangsung.

Persiapan tersebut meliputi rapat bersama seluruh calon kepala desa untuk membahas teknis pelaksanaan kampanye, penentuan tempat dan waktu kampanye, serta penyampaian informasi kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai jadwal kegiatan.

Ia juga menjelaskan setiap calon diwajibkan mematuhi aturan yang telah disepakati bersama, khususnya terkait ketepatan waktu pelaksanaan kampanye. Setiap kandidat tidak diperbolehkan melampaui batas waktu yang telah ditentukan.

“Seluruh persiapan panitia dilakukan melalui rapat bersama para calon untuk membahas persiapan sebelum kampanye, mulai dari tempat, waktu pelaksanaan, hingga penyampaian informasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Ada berbagai aturan yang harus dipatuhi oleh setiap calon, salah satunya harus tepat waktu dan tidak boleh melanggar waktu yang telah disepakati. Seluruh tahapan kampanye juga telah dilaksanakan sesuai aturan dan diawasi oleh pihak kecamatan serta aparat keamanan,” ungkap Bernadus Nanggo.

Pilkades 12 November 2026: Siapa pun Terpilih, Mulumese Tetap Satu Keluarga

Berakhirnya rangkaian kampanye terbuka selama tiga hari menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Mulumese untuk menentukan pemimpin yang akan membawa arah pembangunan desa ke depan.

Ketiga calon telah menyampaikan gagasan, visi, misi, dan program unggulan masing-masing. Kini, masyarakat memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan secara bijaksana berdasarkan pertimbangan dan harapan terhadap masa depan desa.

Lebih dari sekadar persaingan politik, Pilkades Mulumese diharapkan menjadi pesta demokrasi yang memperkuat persaudaraan, bukan justru menciptakan perpecahan.

Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, persatuan, kekeluargaan, nilai agama, dan budaya harus tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, masyarakat Mulumese tidak hanya membutuhkan seorang pemimpin baru, tetapi juga mengharapkan hadirnya perubahan nyata dalam bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat pada 12 November 2026, harapannya tetap satu: membangun Desa Mulumese yang lebih maju, mandiri, sejahtera, dan tetap bersatu dalam semangat kekeluargaan.

Politik boleh berbeda, pilihan boleh tidak sama, tetapi persaudaraan sebagai keluarga besar Mulumese harus tetap terjaga. *

Penulis: OMK Mulumese-Desa Mulumese, Wolomeze, Ngada

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola)
Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’
Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)
Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:20 WITA

Pilkades Mulumese Berjalan Damai, Tiga Calon menyapa Warga dan Harap Pemimpin Baru Bawa Perubahan Ekonomi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:19 WITA

Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola)

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WITA

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA