Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama - FloresPos Net

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Desiderius Dirmanus

PADA Jumat, 9 Oktober 2026, para romo, suster, frater, serta karyawan dan karyawati Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Maumere, Nusa Tenggara Timur, berkumpul di Gua Maria Ritapiret untuk berdoa Rosario bersama. Komunitas ini menjalankan doa Rosario dua kali dalam sepekan, setiap Selasa dan Jumat.

Di tengah kesibukan pembinaan, studi, pelayanan, dan pekerjaan, mereka menyediakan waktu untuk berdoa bersama Bunda Maria. Namun, ada pertanyaan yang lebih penting daripada sekadar berapa kali sebuah komunitas berdoa Rosario: Apakah orang yang tekun berdoa juga semakin mampu menghargai, mengampuni, dan melayani sesamanya?

Pertanyaan ini menjadi penting karena kesalehan tidak cukup ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan rohani. Kesalehan juga perlu terlihat dalam cara seseorang memperlakukan orang lain.

Baca Juga :  Pengungsi Erupsi Lewotobi Rindu Rumah, Semoga Cepat di Rumah Meski di Hunian Sementara

Pengalaman doa Rosario komunitas di Ritapiret menawarkan ruang refleksi tentang hubungan antara devosi Maria, pembentukan iman, dan kehidupan sosial. Di sinilah praktik rohani yang tampak sederhana memiliki makna lebih luas bagi kehidupan Gereja.

Rosario Bukan Sekadar Pengulangan Doa

Bagi umat Katolik, Oktober dikenal sebagai Bulan Rosario. Umat mendaraskan doa Salam Maria, Bapa Kami, dan Kemuliaan sambil merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus.

Kebiasaan ini telah menjadi bagian penting dari spiritualitas Katolik. Namun, umat perlu memahami tujuan dasarnya agar Rosario tidak berhenti sebagai rutinitas.

Paus Yohanes Paulus II menjelaskan hubungan tersebut dalam Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae yang terbit pada 16 Oktober 2002. Ia menegaskan bahwa Rosario merupakan doa yang berpusat pada Kristus.

Baca Juga :  Teme Pelang, Ritual di Kebun Adat Etnis Tana Ai

Melalui Maria, umat belajar memandang wajah Yesus dan merenungkan misteri keselamatan-Nya (Yohanes Paulus II, 2002, no. 1 dan 18). Penegasan ini penting untuk memahami doa Rosario di Ritapiret.

Ketika komunitas berkumpul di Gua Maria, mereka tidak hanya menyampaikan permohonan kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria. Mereka juga belajar mengenal Yesus, memahami cara hidup-Nya, dan mengikuti teladan-Nya.

Setiap misteri Rosario mengandung pesan yang relevan bagi kehidupan. Misteri kelahiran Yesus mengajarkan kesederhanaan dan keterbukaan terhadap kehendak Allah. Misteri pelayanan-Nya mengundang umat untuk melayani tanpa mencari pujian.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Selasa, 22 September 2026 - 08:05 WITA

Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)

Berita Terbaru