LARANTUKA, FLORESPOS.net-Program Big Push Sentra Peternakan Sapi di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah memasuki babak baru.
Babak baru itu terungkap jelas setelah muncul rancangan perubahan program dari sentra (terpusat) menjadi sub sentra dan pemberhentian pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen.
Program Big Push Sentra Peternakan Sapi pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) ini mulai diajukan dari 100 hari kepemimpinan Bupati Anton Doni dan Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Uran.
Program berlanjut diajukan pada momen mendahului perubahan dan perubahan APBD 2025. Mega proyek ini dibahas cukup mendalam dan alot di lembaga terhormat DPRD Flores Timur.
Namun program mentereng menelan anggaran puluhan miliar dalam visi ‘Lompatan Jauh’ ini baru mulai terlaksana atau direalisasikan diakhir APBD tahun 2025.
Dua item kegiatan besar yang terlaksana atau direalisasikan diakhir tahun 2025 dan terpublikasi: Pertama, sewa lahan 200 hektar di Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga. Sewa lahan ini, senilai Rp 200 juta per tahun.
Kedua, persiapan lokasi sentra peternakan sapi di Wolo Kolo ditandai dengan sejumlah pekerjaan didalamnya. Yakni, pengerjaan penanam hijau makanan ternak (HMT), penanaman pagar pembatas kawasan, pembukaan jalan usaha tani (JUT) dan hari orang kerja (HOK). Nilai kontrak seluruh item kegiatan persiapan ini, Rp 1,002 miliar.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










