Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain - FloresPos Net

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seseorang tidak kehilangan dirinya ketika memberikan diri.
Ia justru menemukan dirinya melalui pemberian diri.

Oleh: Fr. Tevin Lory

Kepemimpinan: Bagian dari Proses Formasi

Di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, kepemimpinan para frater tidak dapat dilepaskan dari kenyataan bahwa mereka sedang berada dalam sebuah perjalanan formasi menuju imamat.

Karena itu, seorang frater yang dipercayakan menjadi pemimpin sesungguhnya tidak sedang keluar dari proses formasi. Ia justru sedang memasuki salah satu ruang formasi yang paling konkret, yaitu belajar memimpin manusia tanpa kehilangan dirinya sebagai saudara.

Baca Juga :  Anatomi Krisis Keselamatan Angkutan Barang

Kepemimpinan dengan demikian bukanlah jeda dari formasi, apalagi semacam kenaikan status di antara para frater lainnya. Ia merupakan bagian dari proses pembentukan diri.

Seorang frater yang memimpin tetaplah seorang frater yang sedang dibentuk, sedang belajar, sedang dikoreksi, bahkan sedang berhadapan dengan keterbatasan dirinya sendiri.

Baca Juga :  Surat Cinta untuk Nagekeo

Di sinilah letak paradoks kepemimpinan dalam komunitas calon imam. Seseorang diberi tanggung jawab untuk mengarahkan orang lain, sementara pada saat yang sama ia sendiri masih sedang diarahkan.

Paradoks tersebut justru mempunyai nilai pedagogis yang besar. Kepemimpinan memaksa seseorang keluar dari ruang kenyamanan individual menuju ruang tanggung jawab komunal. Panggilan imamat pada akhirnya bukanlah perjalanan menuju pemenuhan diri, melainkan perjalanan menuju pemberian diri.

Berita Terkait

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 21:30 WITA

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA