Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores - FloresPos Net

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenang-tenang mendayung di dalam ombak
Tenang-tenang merenung di tengah taufan hidup yang ramai
— Madah Bakti No. 221

Oleh: Sebastianus Utu

Gemuruh tanah yang berguncang dahsyat pada Gempa 7,7 Skala Richter di tanah Flores masih menyisakan jejak luka mendalam. Bangunan roboh, retakan menganga di jalanan, dan ingatan akan kepanikan yang datang tiba-tiba menjadi bayang-bayang yang tak mudah sirna.

Sebagai salah satu relawan yang berdiri langsung di antara puing-puing penderitaan, saya menyaksikan sendiri betapa dalam waktu singkat, segala harta benda dan bangunan fisik yang dibangun bertahun-tahun bisa lenyap begitu saja.

Baca Juga :  Kerja Keras Saja Tidak Cukup

Namun, di tengah debu yang membumbung dan jerit tangis yang memecah keheningan, lahir sebuah permenungan dan refleksi panjang dalam diri saya. Refleksi tentang arti kehidupan, keberadaan, dan keberlanjutan.

Sebuah permenungan yang menyadarkan kita bahwa sejatinya, di balik kedahsyatan bencana yang merenggut banyak hal, kita masih diberikan satu rahmat yang paling mendasar namun paling berharga yaitu kesempatan untuk hidup.

Baca Juga :  Menuju MUSPAS IX KAE: Dari Budaya Keprihatinan Menuju Budaya Harapan

Sering kali kita mengidentifikasikan ‘rumah’ sebagai dinding semen, atap seng, dan bangunan fisik yang memberi kita perlindungan dari hujan dan panas. Ketika gempa menghancurkan itu semua, terasa seolah-olah kita telah kehilangan segalanya.

Namun, peristiwa ini mengajarkan kebenaran yang lebih dalam tentang rumah dan kehidupan. Rumah kita yang secara fisik boleh saja runtuh dan hilang ditelan bumi, tetapi rumah yang sebenarnya tidak pernah hancur.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Jumat, 11 September 2026 - 16:23 WITA

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Kamis, 10 September 2026 - 19:11 WITA

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Berita Terbaru