Oleh: Pius Jemadu, S.Fil.
GEMPA bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan gempa-gempa susulan setelahnya bukan hanya merobohkan rumah-rumah dan bangunan ibadat.
Gempa itu juga mengguncang hati banyak orang. Ribuan keluarga harus menjalani hari-hari dalam ketidakpastian, kehilangan tempat tinggal, rasa aman, bahkan kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
Dalam situasi seperti itu, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan material, melainkan juga kepedulian dan rasa persaudaraan.
Banyak orang terlibat sebagai relawan. Pelayanan ini memperlihatkan kepada begitu besarnya hati orang-orang yang mau berbagi. Ada para donatur yang dengan tulus menyisihkan sebagian rezekinya.
Bahkan ada yang memberi dari apa yang sebenarnya mereka butuhkan untuk keluarga mereka sendiri. Mereka percaya bahwa sedikit yang mereka berikan dapat menjadi harapan bagi saudara-saudari yang sedang menderita.
Para relawan tanpa mengenal lelah turun ke jalan, berdiri di bawah terik matahari, mengetuk hati masyarakat, menggalang bantuan demi solidaritas bagi korban gempa Flores.
Mereka mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi agar bantuan dapat terkumpul dan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Semua dilakukan bukan demi pujian, melainkan karena rasa kemanusiaan.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










