BAJAWA, FLORESPOS.net-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendorong pemerintah untuk melakukan pemulihan kembali infrastruktur seperti rumah, fasilitas publik terutama pendidikan yang terdampak gempa Flores.
“Selain trauma healing, yang paling penting juga sebenarnya yakni bagaimana pemerintah melaksanakan tugasnya untuk pemulihan kembali infrastruktur seperti rumah, fasilitas publik terutama pendidikan yang semuanya terdampak gempa.”
Kata Sekretaris DPD PDIP Perjuangan Provinsi NTT, Patris Lali Wolo ditemui, Jumat (4/9/2026) ketika menyerahkan bantuan tenda serta permainan anak di TK Pembina Boawae, Kabupaten Nagekeo.
“Ini harus dipastikan karena semua anggaran APBN sudah ada. Sehingga perlu ada transparansi dan keadilan serta pemerataan anggaran untuk semua komponen baik itu pendidikan, kesehatan lembaga publik lainnya serta rumah warga,” kata Patris Wolo.
Patris Wolo mengatakan, pascagempa hal yang penting dilakukan PDIP adalah tentang trauma hiling. PDI Perjuangan memberikan motivasi atau penguatan kembali kepada masyarakat terdampak.
“Masyarakat harus kembali bangkit dengan bersahabat namun tetap berwaspada karena gempa susulan masih terjadi,” katanya.
Lebih lanjut Patris Wolo mengatakan, sejak kejadian tanggal 15 Agustus 2026, pada malam harinya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri langsung menginstruksikan kepada kader partai di seluruh Indonesia khususnya di NTT untuk segera turun dan berada bersama masyarakat.
Instruksi harian pertama ketua umum tersebut diikuti dengan langkah-langkah kegiatan kemanusiaan yang terbagi habis di semua kabupaten terdampak gempa bumi termasuk juga di Kabupaten Flores Timur akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-laki.
Patris Wolo mengatakan, relawan dan badan penanggulangan bencana bentukan partai dipimpin oleh Ketua DPP dr. Ribka Ciptaning, bersama Ganjar Pranowo, Ibu Risma juga Ketua DPD PDIP NTT yang langsung turun ke lokasi dan dampak.
Sejumlah kegiatan dilakukan di antaranya pengobatan gratis yang masih lanjutan dilakukan pada lokasi terdampak di kampung-kampung yang belum terjangkau oleh relawan lain.
Selain itu, juga sembako, obat-obatan, makanan untuk balita dan ibu hamil, permainan anak, pampers, kebutuhan perempuan, selimut serta terpal bagi sekolah-sekolah untuk pembelajaran di luar kelas.
Kata Patris Wolo, sampai saat ini dirinya di daerah juga terus berada bersama dengan rakyat.
“Rakyat menangis kami juga turut menangis dan tertawa juga kita sama-sama,” kata politisi asal Kabupaten Nagekeo itu. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










