Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi - FloresPos Net

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wall Abulat

BENCANA gempa tektonik Flores menjadi perhatian para jurnalis pelbagai media mainstream nasional dan dunia, baik media cetak, media eletronik, maupun media online yang berbadan hukum.

Salah satu bentuk perhatian para jurnalis terlihat dari kebijakan redaksi yang menempatkan bencana tektonik Flores sebagai berita utama (headline) dalam pemberitaan beberapa pekan terakhir.

Dengan kemajuan teknologi di zaman digital saat ini semakin memudahkan akses informasi terkait bencana gempa tektonik Flores.

Baca Juga :  Dampak Gempa Flores, Tim SAR Gabungan Akselerasi Evakuasi Medis dan Penyisiran

Di era kemudahan seperti ini, terkadang bahkan selalu ada media-media tertentu yang memberikan porsi berita, meski secara fisik, jurnalis mereka tak hadir di lokasi bencana di Flores.

Selain kemudahan teknologi, akses informasi di era saat ini juga dimungkinkan karena instansi berwewenang seperti Basarnas, BNPB atau institusi berwewenang lainnya selalu mengupdate perkembangan kejadian bencana atau dibuat rilisnya untuk dibagikan kepada para insan jurnalis atau grup para awak media.

Baca Juga :  Sikap Reflektif Kritis Guru Penggerak Terhadap Kritikan Masyarakat (Sebagai Ekspresi Guru Memaknai HUT Kemerdekaan RI)

Terlepas dari aneka kemudahan di atas, dan adanya otoritas berwewenang selalu mengupdate perkembangan kebencanaan, mesti harus dipahami bahwa salah satu misi jurnalis era kini adalah apa yang disebut sebagai panggilan profesi jurnalisme terlibat. Eksistensi jurnalisme terlibat kiranya semakin memotivasi kita untuk memaknai konsep pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Tulisan sederhana ini coba membedah tiga hal yakni solidaritas kemanusiaan gempa tektonik Flores, jurnalisme terlibat, dan pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 597 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA