Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat - FloresPos Net

Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Djoko Setijowarno

PEMBANGUNAN jalan paralel, PLBN, dan PLB di perbatasan Kalimantan Barat secara signifikan mengubah wilayah terluar menjadi beranda depan negara yang memperkuat ekonomi, mobilitas, dan kedaulatan negara.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2024), Kalimantan Barat telah terhubung oleh jalan paralel perbatasan sepanjang 827,97 km.

Jaringan ini ditopang oleh empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu PLBN Aruk (Kab. Sambas), PLBN Entikong (Kab. Sanggau), PLBN Jagoi Babang (Kab. Bengkayang), dan PLBN Nanga Badau (Kabupaten Kapuas Hulu).

Baca Juga :  Transparansi di Era Digital

Selain itu, terdapat tiga sirip akses utama dari jalan paralel menuju titik perbatasan Sarawak, yakni ruas Sp. Tanjung–Aruk (11,1 km), Balai Karangan–Entikong (21,6 km), serta Naga Badau–Batas Sarawak (3,8 km).

Selain itu masih ada PLB Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang baru saja diresmikan, tepatnya 21 Agustus 2026.

Baca Juga :  “Elegi Dua Cinta”

Ditargetkan status perlintasan Temajuk, Teluk Melano dapat ditingkatkan secara bertahap dari PLB biasa menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu pada tahun 2027 mendatang  (rr.co.id 21/08/2026)

Pemanfaatan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan Barat kini didukung oleh tiga rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN), yaitu Singkawang, PLBN Aruk, Kuching, Pontianak, PLBN Entikong, Kuching, serta Pontianak, PLBN Entikong, Brunei Darussalam.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA