Keenam, penegasan kedaulatan negara.
Secara geopolitik, PLB Temajuk yang dibangun dengan baik berfungsi sebagai “beranda depan” negara. Ini meningkatkan kebanggaan nasional warga perbatasan sekaligus mempertegas batas wilayah teritorial antara Indonesia dan Malaysia secara fisik dan administratif.
Transportasi umum perbatasan
Untuk memperlancar mobilitas masyarakat menuju PLBN maupun PLB di Kalimantan Barat, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai perlu didukung oleh ketersediaan transportasi umum antar-ibu kota kabupaten.
Mengacu pada keberhasilan rute PLBN Aruk, Kota Sambas, penyediaan angkutan bus perintis kini sangat diperlukan untuk beberapa koridor strategis lainnya, yaitu PLB Temajuk, Kota Sambas, PLBN Entikong, Kota Sanggau, PLBN Jagoi Babang, Kota Bengkayang, serta PLBN Nanga Badau, Kota Putussibau.
Berbeda dengan pos perbatasan di Malaysia, seperti Tebedu dan Telok Melano yang telah terhubung dengan layanan angkutan umum, kondisi di kawasan perbatasan Kalimantan Barat masih sangat terbatas.
Hingga saat ini, baru PLBN Aruk yang memiliki akses bus perintis menuju Kota Sambas, dengan operasional yang masih mengandalkan satu unit armada saja.
Sebaliknya di Malaysia, layanan transportasi umum yang menghubungkan kawasan perbatasan dengan kota-kota terdekat di Sarawak sudah tersedia dengan baik.
Ketiadaan integrasi serupa di sisi Indonesia membuat masyarakat yang tiba dari Malaysia terpaksa membayar tarif tinggi untuk taksi tidak resmi, atau bergantung pada ojek pangkalan dan angkutan lokal dengan kondisi armada yang sudah tidak layak jalan.
Editor : Wall Abulat










