Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat - FloresPos Net - Page 3

Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keenam, penegasan kedaulatan negara.

Secara geopolitik, PLB Temajuk yang dibangun dengan baik berfungsi sebagai “beranda depan” negara. Ini meningkatkan kebanggaan nasional warga perbatasan sekaligus mempertegas batas wilayah teritorial antara Indonesia dan Malaysia secara fisik dan administratif.

Transportasi umum perbatasan

Untuk memperlancar mobilitas masyarakat menuju PLBN maupun PLB di Kalimantan Barat, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai perlu didukung oleh ketersediaan transportasi umum antar-ibu kota kabupaten.

Mengacu pada keberhasilan rute PLBN Aruk, Kota Sambas, penyediaan angkutan bus perintis kini sangat diperlukan untuk beberapa koridor strategis lainnya, yaitu PLB Temajuk, Kota Sambas, PLBN Entikong, Kota Sanggau, PLBN Jagoi Babang, Kota Bengkayang, serta PLBN Nanga Badau, Kota Putussibau.

Baca Juga :  Martabat Manusia dan Krisis Air Bersih dalam Ensiklik Laudato Si

Berbeda dengan pos perbatasan di Malaysia, seperti Tebedu dan Telok Melano yang telah terhubung dengan layanan angkutan umum, kondisi di kawasan perbatasan Kalimantan Barat masih sangat terbatas.

Hingga saat ini, baru PLBN Aruk yang memiliki akses bus perintis menuju Kota Sambas, dengan operasional yang masih mengandalkan satu unit armada saja.

Baca Juga :  Ujian Skripsi Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi IKTL: Investasi Sumber Daya Manusia Flores Timur

Sebaliknya di Malaysia, layanan transportasi umum yang menghubungkan kawasan perbatasan dengan kota-kota terdekat di Sarawak sudah tersedia dengan baik.

Ketiadaan integrasi serupa di sisi Indonesia membuat masyarakat yang tiba dari Malaysia terpaksa membayar tarif tinggi untuk taksi tidak resmi, atau bergantung pada ojek pangkalan dan angkutan lokal dengan kondisi armada yang sudah tidak layak jalan.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA