Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana - FloresPos Net

Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walburgus Abulat, Jurnalis Senior dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati

Walburgus Abulat, Jurnalis Senior dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati

Oleh: Walburgus Abulat

MENDUNG duka menyelimuti warga Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pacsa terjadi gempa tektonik berkekuatan 7,7 skala richter yang mengguncang kawasan itu pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu, serta ribuan gempa susulan dalam dua pekan terakhir.

Gempa ini melahirkan mendung duka bagi warga Flores karena sedikitnya ada 130-an lebih warga meninggal dunia, ribuan terluka, dan puluhan ribu rumah dan fasilitas umum rusak parah.

Data menunjukkan bahwa dari 8 kabupaten terdampak gempa ini, ada dua kabupaten yang yang paling parah yakni Kabupaten Manggarai di mana hingga Jumat 28 Agustus 2026 tercatat yang meninggal dunia sebanyak 50-an orang, dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 40-an orang.

Baca Juga :  Menemukan Keseimbangan Dalam Budaya Moderen

Pasca bencana yang menyebabkan ratusan korban jiwa dan meluluhlantakkan pelbagai sarana dan prasana ini pelbagai elemen masyarakat Indonesia terpanggil untuk melakukan misi kemanusiaan peduli dengan para korban.

Beberapa lembaga yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini di antaranya Pemerintah Pusat, BNPB, Basarnas, Pemprov Jawa Barat dan Gubernur KDM, DKI Jakarta, Pemprov NTB, Pemprov Maluku Utara, Walikota Kupang, Kabupaten Sumba Barat Daya, pimpinan/organisasi TNI/Polri, PVMBG, PMI, pihak keuskupan yang bernaung di bawah Provinsi Gerejani Rego Nusa Tenggara, kongregasi seperti Ordo Karmel, SVD, Imam Diosesesan, biarawan-biarawati, para relawan dan elemen warga lainnya.

Baca Juga :  Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Mereka yang terpanggil dalam misi kemanusiaan ini bergerak bersama dan atau ada bersama dalam suatu wadah tertentu untuk menerjemahkan secara konkret bentuk tanggung jawab mereka dalam upaya meringankan penanganan terhadap para korban akibat bencana gempa tektonik yang berkekuatan 7,7 skala ricther itu.

Sebagaimana kita ketahui, pascaterjadinya gempa tektonik ini tampak pemerhati kemanusian dan otoritas pemerintah terlibat aktif dalam aksi mengevakuasi jenazah, mengevakuasi pengungsi; menggalang bantuan dan mendrop bantuan, dan aksi kemanusiaan lainnya.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Berita ini 747 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA