Trauma Healing Anak SD dan PAUD di Tengah Duka Gempa Flores - FloresPos Net

Trauma Healing Anak SD dan PAUD di Tengah Duka Gempa Flores

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aschari Senjahari Rawe, M.Pd.AIFO

GEMPA bumi tidak hanya meruntuhkan rumah, fasilitas umum, dan sarana pendidikan. Bagi anak-anak SD dan PAUD, bencana juga dapat meninggalkan luka yang tidak terlihat.

Rasa takut, cemas, sulit tidur, menangis, kehilangan semangat bermain, hingga takut kembali ke sekolah merupakan respons yang dapat muncul setelah mengalami bencana.

Karena itu, trauma healing bagi anak-anak SD dan PAUD di Flores tidak boleh dipandang sebagai kegiatan tambahan, tetapi sebagai bagian penting dari proses pemulihan pascabencana.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pemulihan bencana harus mencakup kesehatan jiwa, terutama bagi anak-anak yang terdampak. Kegiatan seperti bermain, bercerita, menggambar, dan aktivitas interaktif dapat membantu anak kembali merasa aman dan nyaman.

Untuk anak PAUD, pendekatannya tentu berbeda dengan anak SD. Dunia anak adalah dunia bermain. Mereka tidak harus dipaksa menceritakan pengalaman traumatisnya.

Baca Juga :  Gelassenheit, Phronesis, Transendensi Perempuan dan Narrative Identity (Menghormati Prof. Dr. Intje Kleden)

Guru, orang tua, dan relawan dapat menciptakan ruang yang aman melalui permainan sederhana, bernyanyi, menggambar, mewarnai, bercerita, dan aktivitas kelompok yang menyenangkan. Pedoman Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya kegiatan bermain bagi anak dalam fase awal setelah bencana.

Sementara bagi anak SD, trauma healing dapat dikembangkan melalui kegiatan yang lebih terarah: permainan kelompok, aktivitas seni, olahraga ringan, membaca, bercerita, kegiatan keagamaan yang sesuai konteks keluarga, serta pembelajaran yang secara perlahan mengembalikan rutinitas sekolah. Rutinitas yang aman dan dapat diprediksi membantu anak memperoleh kembali rasa aman dan kepercayaan terhadap lingkungannya.

Yang terpenting, trauma healing bukan berarti memaksa anak melupakan gempa. Tujuannya adalah membantu anak memahami bahwa dirinya aman, memiliki orang-orang yang mendukungnya, dan perlahan dapat kembali menjalani kehidupan. Pendekatan dukungan psikologis juga sebaiknya tidak memaksa anak menceritakan pengalaman traumatisnya; anak perlu diberi ruang untuk berbicara ketika mereka siap.

Baca Juga :  Gadung: Pangan Alternatif yang Bernilai Ekonomis

Di Flores, kegiatan pemulihan dapat pula memanfaatkan kekuatan budaya lokal. Permainan tradisional, lagu daerah, tarian, cerita rakyat, kegiatan gotong royong, serta keterlibatan guru, orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat menjadi sarana membangun kembali rasa kebersamaan dan harapan anak.

Sekolah juga harus menjadi ruang pemulihan, bukan sekadar tempat mengejar ketertinggalan pelajaran. Guru perlu memahami bahwa konsentrasi anak mungkin belum kembali normal. Karena itu, pembelajaran pascabencana harus lebih manusiawi, fleksibel, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta didik.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA