Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola) - FloresPos Net

Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola)

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

DI UJUNG timur Flores, di mana angin laut berbisik lembut menyapa pepohonan Witihama, lahir seorang anak pada 9 Agustus 1987. Ia bernama Romanus Tubo Ola, atau yang akrab disapa Tubo.

Dari rahim ibu, Katarina Mala Luli, dan didikan tangan ayah, Mikhael Ola Masan, Tubo tumbuh di tengah kehangatan iman yang sederhana namun mengakar kuat. Keluarga inilah ladang pertama di mana benih-benih kasih Allah mulai disemai, merawatnya dengan doa-doa malam dan kerja keras yang tak pernah putus.

Baca Juga :  Membaca Radikalisme di Tengah Ketimpangan Pendidikan

Langkah awal pendidikannya menapak di tanah kelahirannya. Di TKK St. Stefanus Horinara dan SDK St. Yosep Horinara, Tubo kecil belajar mengeja huruf sekaligus mengeja iman.

Masa remajanya membawanya merantau ke Larantuka, mengenyam pendidikan di SMPK St. Gabriel. Namun, bisikan halus dari Sang Pencipta telah mulai terdengar jelas, menuntunnya memasuki gerbang Seminari Menengah San Dominggo Hokeng pada tahun 2003.

Di sanalah, selama empat tahun, ia ditempa dalam kedisiplinan, persaudaraan, dan kecintaan pada altar. Akan tetapi, jalan panggilan Tuhan jarang sekali bergerak dalam garis yang lurus dan dapat ditebak.

Baca Juga :  Janda Asra dan Getir Hidup Setelah 8 Bulan Rumah Miliknya Ludes Terbakar

Setelah menamatkan pendidikan menengahnya, Tubo mengambil sebuah langkah yang mungkin bagi banyak orang tampak sebagai sebuah persimpangan. Ia melanglang ke Jakarta, menyelami dunia kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana.

Selama lima tahun, dari 2009 hingga 2014, ia belajar memahami rapuhnya tubuh manusia, merangkai resep untuk menyembuhkan luka, dan memegang stetoskop sebagai alat untuk mendengarkan detak kehidupan. Ia belajar menjadi penyembuh bagi raga yang sakit.

Berita Terkait

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’
Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)
Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:19 WITA

Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola)

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WITA

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA