Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores - FloresPos Net

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han)

RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han)

Oleh: RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han)

TAK seorang pun di antara kita yang menghendaki adanya musibah, termasuk musibah gempa tektonik Flores sebagaimana yang dialami warga Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 15 Agustus 2026 lalu.

Setiap bencana apa pun, termasuk gempa tektonik selalu mengundang duka, trauma, dan bisa saja berdampak psikologis yang agak panjang bila korban tak ditangani dengan baik pascakejadian.

Dalam kondisi seperti ini kehadiran para pihak dan dukungan elemen warga yang dikonkretkan dalam sikap berbelarasa dan bersolider dengan para koran sangat urgen untuk dilakukan. Dukungan elemen penting agar para korban tidak mengalami keterpurukan panjang sebagai dampak dari setiap musibah yang terjadi.

Baca Juga :  Rumah, Pasangan Asing dan Hegemoni Patrilineal

Menyadari penting upaya pertolongan terhadap korban terutama di masa tanggap darurat maka Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas) bergerak cepat hadir di tengah penyintas gempa untuk menjalankan misi kemanusiaan dengan memberikan pertolongan agar korban bertahan hidup dan bisa bangkit dari keterpurukan yang ada.

Sekilas Gempa Tektonik Flores

Gempa tektonik berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Gempa ini menyebabkan ratusan warga meninggal dunia, ribuan warga mengalami luka, dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.

Data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa warga yang meninggal akibat gempa berkekuatan 7,7 skala richter itu sebanyak 136 orang dan lebih dari 1.776 orang mengalami luka.

Baca Juga :  Merdeka di Tanah Bergetar

Selain korban manusia, gempa yang awalnya berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo ini juga menyebabkan lebih dari 98.086 lebih rumah mengalami kerusakan, di mana 26.343 di antaranya masuk kategori kerusakan berat.

Data di atas sudah dan sedang dilakukan verifikasi oleh tim verifikasi. Hingga saat ini, rumah yang sudah terverifikasi sebanyak 51.591 unit rumah atau 50,39%.

Ada pun rincian kerusakan dari total rumah yan sudah terverifikasi menunjukkan bahwa rumah yang rusak berat sebanyak 2.382 rumah, rusak sedang 7.276 rumah, dan rusak ringan 14.177 unit rumah.

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA