Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores - FloresPos Net - Page 6

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han)

RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han)

Hendaknya, karya kemanusiaan kita terfokus pada keadilan yang merata. Tidak bersikap egois, tidak mengutamakan suku, agama, etnis dan kelompok tertentu hanya karena ada orang dalam atau otoriter jabatan yang diemban rakyat untuk sementara waktu.

Mari kita menyatukan hati dan bersolider dengan para korban dalam bingkai kesiapsiagaan bencana dan aksi nyata untuk bersolidaritas dengan sesama para korban gempa tektonik Flores di bawah satu tekad untuk sehati-sejiwa bersolider dengan para korban di sini dan saat ini (hic et nun).

IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Baca Juga :  Soeratin Cup 2026 NTT: Menjaga Marwah Kompetisi dan Masa Depan Sepak Bola Muda

Sebagaimana yang telah kami uraikan terdahulu bahwa bencana gempa tektonik Flores ini mengakibatkan korban jiwa berjatuhan dan kehancuran bangunan rumah warga dan fasilitas umum.

Gempa ini juga meninggalkan trauma dan tekanan psikologis bagi warga terdampak.

Warga terdampak dalam situasi ke-khaos-an (ketidakteraturan) itu memilih mengungsi dan tinggal di tenda-tenda dengan fasilitas seadanya. Mereka memilih di halaman rumah, di lapangan terbuka, bebukitan atau tempat yang dianggap aman lainnya.
Kondisi seperti ini dialami semua warga terdampak di Flores, termasuk Kabupaten Ngada.

Pemerintah setempat telah berusaha maksimal untuk memberikan pertolongan. Namun karena keterbatasan dan kekurangan sumber daya, khususnya terkait SDM, dana, teknologi dan sarana transportasi maka penanganan pasca gempa bumi terhadap seluruh warga terdampak gempa di pelosok Flores belum berjalan maksimal.

Baca Juga :  Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Meskipun pemerintah setempat sudah berupaya maksimal melakukan intervensi penanganan, namun ada juga desa-desa tertentu yang belum terjangkau karena keterbatasan infrastruktur jalan dan sarana transportasi.

Tak heran, ada desa tertentu yang mengalami kerusakan sangat parah terdampak gempa namun belum tersentuh dan terjangkau bantuan pemerintah maupun lembaga-lembaga lain.

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA