LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Seratusan hektare (ha) tanaman padi sawah dan jagung di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami puso karena kemarau berkepanjangan.
Hampir pasti, tanaman pangan seratus ha lebih itu gagal panen. Luas baku (lahan) sawah di Mabar 16.892,48 ha.
Demikian Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar, menanggapi media ini di Labuan Bajo, Senin (26/10/2026), terkait dampak kemarau panjang 2026 terhadap dunia pertanian Mabar khususnya.
Sebelumnya, Kepala DTPHP Mabar, Tarsi Gonsa, menanggapi Florespos.net, sebaiknya berkomunikasi dengan Kabid PTP terkait dampak kekeringan tanaman padi dan jagung di kabupaten tersebut 2026, karena datanya ada di sana (Bidang PTP).
Kata Apen, khusus tanaman padi sawah yang mengalami puso karena kekeringan sepanjang periode Asep (April-September) seluas 73 ha. Puluhan ha tersebut tersebar di Kecamatan Boleng 2,73 ha, Pacar 32,5 ha, Masang Pacar 21 ha, Lembor 16,93 ha, dan di Kecamatan Ndoso 0,25 ha.
“Kalau sudah begini, ya puso, gagal panen jadinya. Puso karena kekeringan,” kata Apen.
Demikian pula tanaman jagung. Di Mabar banyak tanaman jagung yang mati kekeringan.
“Kalau ditotalkan padi (padi) dan jagung (tanaman) di Mabar yang kena puso itu seratus hektare lebih. Kalau tanaman padinya 73 hektar. Nanti (tanaman) jagungnya saya akan WA (WhatsApp), datanya ada di HP (handphone),” kata Apen.
Namun hingga berita ini dikrim ke redaksi, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, media ini belum mendapatkan data tanaman jagung yang kering dari Apen, walau sebelumnya di hari yang sama sudah diminta datanya kepada Apen via WA.
Menurut Apen, akibat kemarau panjang sekarang di beberapa areal sawah di Mabar mau tak mau menerapkan sistim giliaran air atas kesepakatan bersama petani setempat, termasuk di daerah irigasi (DI) Lembor.
Namun sepertinya tetap kewalahan, tak terselamatkan, buktinya 16 ha lebih tanaman padi sawah di sana juga kekeringan, petak-petak sawah terbelah, lubang menganga.
Khusus puluhan ha tanaman padi sawah di Mabar yang mengalami puso karena kekeringan selama periode Asep 2026 yakni berkisar pada fase pertumbuhan, umur satu bulan hingga fase bunting katanya. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










