Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan - FloresPos Net

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarsi Gonsa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Tarsi Gonsa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah daerah agraris dan salah satu daerah lumbung pangan NTT.

Hanya masih banyak sawah menggunakan saluran irigasi tanah. Tak mengherankan banyak tanaman padinya mengalami kekeringan karena kesulitan air, terlebih di musim kemarau, dan berujung gagal panen.

Tarsi Gonsa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar di berbagai kesempatan mengatakan, di kabupaten itu sampai tahun 2026 masih banyak sawah mengandalkan irigasi tanah terkait pengairannya, termasuk di daerah irigasi (DI) Lembor.

Sehingga air yang masuk ke petak-petak sawah tidak banyak karena terserap ke tanah sepanjang saluran irigasi.

Di DI Lembor misalnya, untuk saluran sekunder saja masih banyak yang tanah, apalagi saluran tersier. Sehingga aliran air tidak efektif, banyak air yang terserap ke dalam tanah sepanjang selokan.

Baca Juga :  Pelajar Muslim dan Ribuan Umat Sambut Uskup Agung Ende Terpilih

Air yang sampai di petak-petak sawahnya sisa sedikit, bahkan mungkin ada yang tidak sampai ke petak-petak sawah karena sudah terserap ke dalam tanah sepanjang saluran tanah.

“Akibatnya tanaman padi kekeringan dan tidak menutup kemungkinan bisa berujung pada gagal panen,” ujar Gonsa.

Dampaknya, kata Gonsa, tak sedikit tanaman padi yang sedang dalam fase pertumbuhan/berbunga akan mengalami ancaman kekeringan dan berujung pada penurunan produksi bahkan hingga gagal panen.

Kondisi ini lebih khusus pada musim tanam/panen periode ASep (April-September).

“Belum semua saluran irigasi dibuat permanen dari semen atau masih saluran irigasi tanah, karena pemerintah masih keterbatasan anggaran,” kata Gonsa.

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada DTPHP Mabar baru-baru ini di Labuan Bajo, juga senada.

Baca Juga :  Bank Dunia Segera Bangun Reservoar Tiwu Nampar NTT Setelah Lokasinya Dikeluarkan dari HPL

“Sawah di Mabar masih banyak yang mengandalkan saluran irigasi tanah, tak terkecuali saluran-saluran sekunder dan tersier di DI Lembor,” katanya.

“Lembor saja yang irigasi teknis di bawah kewenangan Pemerintah Pusat sudah begitu, apa lagi di luar Lembor. Itu fakta,” katanya lagi.

Diungkapkan, di DI Lembor, pada musim tanam/panen periode ASep (April-September) 2026 khususnya, pengairan di persawahan setempat menerapkan sistim bergilir tiga satu, satu hari buka untuk jata tiga hari atau sehari buka tiga hari tidak.

“Itu kesepakatan petani setempat. Meski demikian tetap ada kekeringan. Seluas 16 hektar lebih tanaman padi setempat tetap kering karena kesulitan air,” kata Apen.

Sebelumnya media ini menceritakan, Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat, serta Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 ton. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA