MBAY, FLORESPOS.net-Anggota DPRD Provinsi NTT, Patris Lali Wolo yang juga ketua Komisi IV menegaskan anggaran untuk pembangunan Jembatan Pomaeke di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, sebenarnya sudah tersedia.
Namun hingga kini sebut Patris Wolo, proyek pembangunan jembatan itu belum dieksekusi oleh Pemerintah Provinsi NTT.
Pernyataan dia disampaikan saat kunjungan kerja dan reses Masa Persidangan I Tahun 2025/2026 di Aula Kantor Desa Aeramo, pada Selasa (27/10/2026).
“Uang untuk pembangunan Jembatan Pomaeke di Desa Aeramo, sudah ada. Tapi Pemerintah Provinsi NTT tidak eksekusi. Alasan Pemerintah Provinsi karena waktu terlalu mepet,” sebut Patris di hadapan warga Aeramo.
Patris mengaku persoalan Jembatan Pomaeke menjadi salah satu materi perdebatan sengit yang ia suarakan dalam sidang bersama Gubernur NTT.
“Ini yang kami selalu ribut dalam sidang bersama dengan Gubernur NTT,” ujarnya.
Menurutnya, alasan waktu yang mepet tidak bisa diterima. Sebab, kebutuhan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat Aeramo untuk akses ekonomi, pendidikan dan pertanian, terutama saat musim hujan dimana saluran pembuangan (SP) Pomaeke meluap dan memutus akses warga.
Warga Aeramo yang hadir dalam reses menyambut pernyataan itu dengan harapan agar DPRD Provinsi NTT bisa terus mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan pada tahun anggaran berikutnya, dan tidak lagi mengembalikan anggaran ke SilPA.
Patris berjanji akan terus mengawal agar anggaran Jembatan Pomaeke tidak hilang dan masuk kembali dalam prioritas pembangunan Dinas PUPR Provinsi NTT.
“Jangan sampai uang sudah ada, rakyat sudah menunggu bertahun-tahun, tapi karena alasan administrasi, rakyat yang jadi korban. Kita akan terus kawal,” tutupnya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










