Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM - FloresPos Net

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Perjuangan hidup yang keras tidak menjadi penghalang bagi Ari Alexander Adrianto Rihi. Pria yang akrab disapa Ama Rian ini berasal dari Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di tengah keterbatasan ekonomi, dia membuktikan. Bahwa kerja keras dan tekad yang kuat mampu menembus batas ketidakmungkinan hingga berhasil meraih gelar Sarjana Sosial di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende.

Baca Juga :  Identitas Itu Tak Boleh Hilang, Ayo Kita Merahkan Stadion Marilonga untuk Perse

Kisah Ama Rian bermula ketika ia memutuskan merantau ke Kabupaten Ende pada tahun 2022. Niat awal ke Ende untuk bekerja. Namun takdir membawanya menganyam pendidikan tinggi di STPM St Ursula dan meraih gelar sarjana pada prosesi wisuda, Kamis (22/10/2026).

Untuk mencapai titik ini Ama Rian melewati jalan hidup yang cukup berat. Sadar bahwa biaya kuliah dan bertahan hidup di tanah rantau tidaklah murah, ia memilih untuk tidak berpangku tangan.

Baca Juga :  English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night

Ama Rian melakoni pekerjaan sebagai pedagang bawang di toko sembako Pasar Mbongawani Ende.

Ditemui di sela-sela prosesi wisuda usai dirinya mewakili 174 sarjana baru membacakan janji wisudawan Ama Rian menceritakan kisahnya.

Dia memutuskan untuk merantau ke Kabupaten Ende bukan untuk kuliah tetapi bekerja karena tekanan ekonomi keluarga.

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Berita Terbaru

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:56 WITA