Jalan itu memang berat terutama pada urusan keuangan. Dia hanya seorang pekerja toko sembako, tinggal di kos dan kini harus menanggung biaya kuliah.
Rupanya niat dan doanya didengar tuhan. Dia salah satu mahasiswa berprestasi sehingga mendapatkan beasiswa yang bisa meringankan beban hidupnya.
Ketekunan, keuletan dan ketabahannya membawanya pada satu titik terang untuk hidupnya. Sebelum wisuda dia telah diterima bekerja di yayasan lembaga pendidikan milik para suster Ursulin Ende.
Ama Rian akhirnya diwisuda dengan status sudah bekerja. Bukan lagi penjual bawang di tokoh sembako tetapi pegawai yayasan pendidikan Nusa Taruni Bhakti Ende yang menaungi lembaga pendidikan Ursula.
Kisah inspiratif dia bagikan saat prosesi wisuda. Ama Rian berpesan semua itu bisa dicapai jika ada keinginan dan kemauan yang kuat. Keterbatasan ekonomi bukan jadi penghalang. Jika ada niat pasti akan terwujud.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










