BAJAWA, FLORESPOS.net-Sebanyak 40 peserta memulai perjalanan rohani Camino de Flores 2026. Para peziarah itu mengawali perjalanan dengan titik star dari lokasi Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio di Kampung Beiposo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada pada Jumat (23/10/2026).
Titik star Camilo de Flores di Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio diinisiasi oleh Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu.
Pemerintah dan masyarakat Ngada, khususnya Kampung Beiposo tampak menyambut dengan hangat kehadiran peserta Camino de Flores.
Wakil Bupati Ngada Bernandinus Dhey pada kesempatan malam kebersamaan menyampaikan selamat datang kepada peserta terutama kepada Ibu Mari Elka Pangestu yang juga merayakan ulang tahun yang ke 70.
Wakil Bupati mengatakan bahwa kehadiran peserta Camino de Flores bukan sekadar kunjungan biasa. Kehadiran peserta Camino de Flores merupakan awal yang baik untuk mempromosikan daerah Ngada dan Flores pada umumnya sebagai salah satu daerah wisata religi.
Sementara Mari Elka Pangestu menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat di Kampung Beiposo. Ia merasa sangat bahagia karena di hari ulang tahunnya bisa merayakan bersama masyarakat.
Ia juga mengaku sangat bersuka cita atas perayaan ini dimana pagi harinya semua menyaksikan sunrise dari Bukit Wolobobo, juga ke air Panas Mengeruda.
“Sore ini bisa merayakan misa di Patung Bunda Maria Semesta Alam Wolowio dan malam ini bersama masyarakat di Kampung Beiposo. Terima kasih sudah mengijinkan kami merayakan bersama momen ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan gagasan melakukan Camino de Flores berawal dari keinginannya untuk merayakan hari bahagia dengan cara yang sedikit berbeda.
Ia tidak ingin merayakan dengan pesta meriah tetapi ingin memberi kembali. Lantas, terlintas dibenaknya terkait Flores. Ia merasa begitu dekat dengan Flores karena pernah di Kementerian Pariwisata.
Camino de Flores berlangsung di tiga kabupaten, yaitu Ngada, Nagekeo dan Ende. Camino de Flores melakukan perjalanan sepanjang 70 km diawali di Ngada. Peserta ziarah religi akan mengunjungi tempat wisata religi, wisata budaya dan alam. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










