Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada) - FloresPos Net

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Jauh sebelum aku mengenali diriku, kasih telah lebih dahulu menghendaki keberadaanku. Eksistensiku bukanlah awal dari segala sesuatu, melainkan buah dari kasih yang mendahului segala kesadaranku.”

Oleh: Pankrasius Tevin Lory

Cogito Ergo Sum Vs Amatus Ergo Sum

GAGASAN amatus ergo sum (saya dikasihi, maka saya ada) tidak dimaksudkan sebagai slogan tandingan terhadap cogito ergo sum René Descartes, tetapi sebagai undangan untuk memperluas refleksi tentang eksistensi manusia.

Jika Descartes menemukan kepastian keberadaan subjek melalui aktivitas berpikir, tulisan ini hendak menelusuri dimensi lain dari keberadaan manusia, yakni kenyataan bahwa hidup tidak sepenuhnya bersumber dari dirinya sendiri.

Baca Juga :  Ijon dan Kehadiran Bank NTT  (2)

Manusia memang berpikir, menyadari, dan menentukan arah kehidupannya, tetapi ia juga menerima kehidupan yang tidak diciptakannya, bertumbuh melalui relasi yang tidak seluruhnya dipilihnya, dan menemukan makna dirinya dalam pengalaman menerima kasih.

René Descartes menggunakan keraguan metodis untuk menemukan dasar pengetahuan yang tidak dapat diragukan. Ia meragukan segala sesuatu yang mungkin mengandung kesalahan, termasuk kesaksian indra dan kenyataan yang dialaminya.

Namun, di tengah keraguan tersebut, Descartes menemukan satu kepastian yang tidak dapat disangkal. Ketika seseorang meragukan, ia sedang berpikir. Sebaliknya, ketika ia berpikir, keberadaannya tidak dapat disangkal.

Baca Juga :  Tradisi Muro Badu di Lembata, Menangkap Ikan dan Mengais Rumput Laut di Pantai Larangan

Dari sinilah lahir proposisi cogito ergo sum (aku berpikir, maka aku ada). Dalam Meditations on First Philosophy, Descartes menempatkan aktivitas berpikir sebagai jalan untuk memastikan keberadaan subjek yang berpikir (René Descartes, Meditations on First Philosophy, 1996).

Penemuan Descartes merupakan tonggak penting dalam sejarah filsafat modern karena menempatkan kesadaran subjek sebagai titik tolak pencarian kepastian. Akan tetapi, kepastian bahwa manusia ada karena berpikir belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: dari mana keberadaan itu berasal, dan apakah manusia sungguh-sungguh menjadi dasar bagi dirinya sendiri?

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WITA

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Berita Terbaru

Feature

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:48 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA