Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada) - FloresPos Net - Page 7

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengakuan ini tidak sekadar menggambarkan kegelisahan psikologis manusia, tetapi mengungkapkan struktur terdalam eksistensinya. Hati manusia tidak menemukan kepenuhan hanya dengan mengandalkan kemampuan berpikir, mengumpulkan pengetahuan, atau menguasai dunia.

Semua itu memiliki nilai, tetapi tidak dengan sendirinya menjawab kerinduan manusia akan makna dan kepenuhan hidup. Ada kegelisahan yang tetap tinggal sekalipun manusia telah memperoleh apa yang dikejarnya.

Bagi Agustinus, kegelisahan tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki orientasi yang melampaui dirinya sendiri. Ia berasal dari Allah dan menemukan kepenuhan terakhirnya dalam relasi dengan Allah.

Baca Juga :  Selamat Bertugas Uskup Perdana Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Dr. Maksimus Regus

Dalam horizon ini, amatus ergo sum memperoleh kedalaman teologis. Manusia dapat menerima keberadaannya sebagai anugerah karena ia tidak pernah menjadi pencipta tunggal bagi dirinya sendiri.

Penutup

Pada akhirnya, amatus ergo sum mengajak manusia untuk memandang keberadaannya sebagai sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kesadaran akan diri. Hidup bukan semata-mata hasil kehendak atau pencapaian pribadi, melainkan anugerah yang mengandung makna dan tanggung jawab.

Baca Juga :  Kisah Perjuangan Situasi Terbatas Siswa SLB Karya Murni Ruteng Bikin Warga Reo Berlinangan Air Mata

Menyadari bahwa diri dikasihi berarti belajar menerima kerapuhan, menghargai kehidupan, dan membuka diri terhadap sesama. Kasih tidak hanya menjadi alasan bagi manusia untuk menyadari keberadaannya, tetapi juga menjadi panggilan untuk menjalani kehidupan secara lebih manusiawi.

Manusia menemukan makna terdalam keberadaannya bukan hanya ketika ia menyadari bahwa dirinya ada, melainkan ketika ia menyadari bahwa hidupnya bermakna dan layak dibagikan kepada sesama. *

Penulis adalah Mahasiswa Magister Filsafat IFTK Ledalero

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Berita Terbaru