Oleh: Walburgus Abulat
AULA Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo yang terletak di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Minggu 25 Mei 2025 agak lain dari hari-hari lainnya.
Aula yang letaknya sekitar 8 meter bagian barat Gereja Paroki Reo itu usai misa langsung dipadati umat dari tiga wilayah di Stasi Pusat plus dan umat dari belasan stasi yang ada di Paroki yang saat ini dipimpin Pastor Paroki Reveredus Dominus (RD) Mansuetus Hariman.
Umat menyambangi aula karena di gedung ini dilangsungkan acara pentas seni dibawakan puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng.
Ya, para siswa SLB menggelar pentas seni usai mereka membawakan koor dalam misa Minggu Paskah ke-6 di pusat paroki hari itu.
Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki RD. Mansuetus Hariman, para siswa SLB memberikan penampilan terbaik saat membawakan koor. Mereka menyanyikan lagu-lagu ordinarium yang dipilih dari Bahasa latin, sementara lagu proporium diramu dari pelbagai bahasa.
Para siswa sungguh menyanyi dari hati. Meski kondisi fisik mereka terbatas karena mengalami tuna netra, namun hal itu tak mengendorkan semangat mereka untuk bangkit.
Alunan suara mereka yang aduhai membuat suasana perayaan Misa Mingguan ini semakin mendekatkan umat dengan Tuhan. Umat menunjukkan sikap serah diri yang total pada kehendak Allah.
Susana sikap sikap serah diri yang total pada kehendak Allah semakin terasa, tatkala beberapa siswa SLB yang mengalami tuna netra menjalankan tugas liturgis seperti membawakan bacaan pertama, bacaan kedua, masmur antar bacaan, torok persembahan, dan organis dengan sangat bagus.
Para SLB yang dipercayakan untuk menyukseskan liturgis di antaranya Ramilianus Nenggor (Bacaan 1), Reineldis Fanti (bacaan 2), Geovani Laura Enje (pemazmur),Viktorianus Moreno (torok), dan doa umat yang dinyanyikan oleh tiga siswa dibawakan oleh Maria Viola Din, Geovani Laura Enje, dan Anjela Sepriani Putri. Organis dipercayakan kepada Patrisius Kesi Stoner.
Semua petugas yang dipercayakan di atas adalah siswa-siswi tuna netra. Saat dipercayakan menjalankan tugas, para petugas menggunakan tulisan Braille.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya









