Potret Hidup Sebagian Warga Sikka, Ibu Hamil dan Anak-anak Masih Minum Air Kubangan - FloresPos Net

Potret Hidup Sebagian Warga Sikka, Ibu Hamil dan Anak-anak Masih Minum Air Kubangan

- Jurnalis

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 18:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Miris benar. Kata ini rasanya tepat untuk masalah satu ini disematkan bagi Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada sebagian warganya hingga kini masih berjuang mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi dan penuhi kebutuhan hidup lainnya.

Kondisi ini dialami warga Dusun Magelo’o, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda di pesisir pantai utara Kabupaten Sikka.

Setiap hari–pagi dan petang, warga setempat mulai anak-anak, orang dewasa hingga ibu hamil harus turun naik tebing membawa jerigen menuju bantaran aliran sungai Magepanda guna mencari air bersih.

Agar bisa dapat sumber air bersih, warga setempat harus membuat kubangan dengan cara menggali lubang di pinggiran sungai lalu membersihkan dan dibiarkan selama seharian penuh.

Ini dimaksudkan, agar air dalam kubangan itu menjadi bersih dan layak digunakan untuk penuhi kebutuhan minum, masak dan mandi mereka.

“Kami harus buat kubangan kecil di sungai ini agar bisa dapatkan air bersih untuk minum dan masak,” ungkap Theresia Suryani, warga Dusun Magelo’o saat ditemui Jumat (4/10/2024) siang.

Baca Juga :  IPeKB Mabar Dikukuhkan, Madin: KB Tak Melawan Kehendak Tuhan
Potret Hidup Sebagian Warga Sikka, Ibu Hamil dan Anak-anak Masih Minum Air Kubangan

“Pagi kami buat kubangan dan sore kami datang lagi untuk cedok air di dalam kubangan ini. Airnya bersih dan kami buat masak dan minum,” tambah Theresia Suryani sambil terus membuat mencedok air dan membuat kubangan di bantaran kali Magepanda.

Kata Theresia, aktivitas seperti itu sudah menjadi ruting dilakukan sejak lama atau sudah puluhan tahun karena warga setempat hingga saat ini kesulitan pasokan air bersih yang layak. Walaupun wilayah mereka berada di bantaran sungai yang kini debet airnya sedang mengecil akibat musim kemarau yang panjang.

“Musim kemarau seperti ini kami minum air dari kubangan. Kalau musim hujan, kami tadah dari tetesan air hujan. Kami di sini tidak ada jaringan air bersih,” katanya.

Selain orang dewasa, aktivitas ini juga selalu dilakukan oleh anak-anak setempat. Salah satunya, Petrus Rikman Dodi, siswa kelas IV SD Inpres Magelo’o.

Baca Juga :  Stikes St. Elisabet Keuskupan Maumere Ikut Program Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Dodi, sapaan akrab Petrus Rikman Dodi saat itu juga tengah mengantri menunggu gilirian mengambil air dari kubangan di sungai itu.

Potret Hidup Sebagian Warga Sikka, Ibu Hamil dan Anak-anak Masih Minum Air Kubangan

Dia mengaku, terpaksa mengambil air dari kubangan karena di kampung mereka tidak ada sumber air bersih. Setiap pagi, dia harus mengambil air dari kubangan tersebut untuk masak dan mandi agar bisa ke sekolah.

“Saya biasa terlambat ke sekolah karena harus ambil air dulu pak. Saat sore hari, saya juga kembali ambil air kubangan ini agar bisa digukan untuk minum dan masak di rumah. Kampung kami air bersih tidak ada pak,” ungkap Dodi polos.

Tak cuma Theresia Suryani dan Petrus Rikman Dodi, warga setempat sangat berharap pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Terutama, calon kepala daerah yang kelak menjadi Gubernur-Wakil Gubernur NTT dan Bupati-Wakil Bupati Sikka bisa membangunkan jaringan air bersih agar warga Dusun Magelo’o tidak lagi konsumi air dari kubangan yang sudah pasti belum memenuhi syarat kesehatan. *

Penulis : Shinto Koban (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat
Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’
Diving di Teluk Maumere, Tiga Penyelam WNA Belum Ditemukan Satu Lainnya Selamat
Rayakan HUT ke-25, Stipas KAK Gelar Futsal dan Bola Voly
Kodim Sikka Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung dan Beton Sebelum Musim Hujan Tiba
Berita ini 194 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’

Berita Terbaru