Kehadiran anak-anak difabel dari SLB Karya Murni mengajar dan mengingatkan kita akan banyak hal dalam kehidupan iman antara lain melalui penampilan mereka dalam liturgi misa hari ini. Mereka mengajarkan dan mengingatkan kita untuk berliturgi secara benar. Mereka berperan sebagai lektor/tris dengan benar.
Dalam bernyanyi, lanjut Romo Mansu, siswa-siswi SLB bernyanyi dengan suara yang lembut dan vokal yang jelas.
“Dan bahwa mereka dalam keterbatasan fisik tetap bisa menunjukkan sesuatu yang istimewa untuk kita, tentu karena peran para penuntun, tetapi juga karena mereka mau dituntun. Dalam hal ini, kita belajar untuk mau dituntun, mau diajarkan dan diingatkan untuk berpikir, berbicara dan bertindak secara benar, serta terhindar dari ketersesatan,” katanya.
“Dan sebagai umat beriman, terutama kita mau dituntun oleh Roh Kudus yang pasti selalu menuntun kita dengan benar dalam ziarah menuju kehidupan penuh damai sejahtera. Demikian juga, seperti anak-anak dari SLB ini, kita bersedia diri menjadi wadah kehadiran Roh Kudus yang memampukan kita berperan sebagai penuntun sesama ke kehidupan iman yang benar,” kata Romo Mansu.
Pada akhir kunjungan ini, Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman didampingi Ketua Pelaksana DPP Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo Pius Jemadu menyerahkan bantuan berupa uang Rp 10 juta, 200 kg beras, dedak pakan babi 100 kg; sabun dan rinso untuk SLB Karya Murni. Bantuan diterima oleh Kasek SLB Karya Murni Ruteng Suster Leoni, KSSY.
Suster Leoni, KSSY menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Reo, DPP, dan elemen umat yang telah menerima siswa SLB dan para para guru dan yang telah memberikan bantuan.
“Saya menyampaikan terima kasih atas ketulusan Pastor Paroki dan umat yang telah menerima kami dengan tulus hati dan yang telah memberikan bantuan untuk SLB Karya Murni Ruteng,” kata Suster Leoni.
Butuh Dukungan Semua Pihak
Sementara dalam sambutannya saat acara pentas seni, Kasek SLB Karya Murni Ruteng Suster Leoni, KSSY antara lain memperkenalkan secara sekilas SLB Karya Murni dan Kongregasi Suster Santo Yosef (KSSY) yang mengembangkan lembaga pendidikan ini.
Suster Leoni, KSSY menjelaskan bahwa SLB bernaung di bawah Yayasan Karya Murni yang berkantor Pusat di Medan ini fokus melayani difabel atau orang berkebutuhan khusus, khusus tuna netra, dan tuna rungu.
“Yayasan ini mengelola TK, SD, SLTP, SLTA dan mahasiswa berkebutuhan khusus yang Kuliah.Para siswa difabel ini mengembangkan aneka bakat seperti menyanyi, bermusik, mahir komputer, dan bisa pegang hp, meski mereka menyandang status tuna netra,” kata Suster Leoni.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya









