Tidak Semua Hortikultura di Labuan Bajo Dipasok dari Manggarai - FloresPos Net

Tidak Semua Hortikultura di Labuan Bajo Dipasok dari Manggarai

- Jurnalis

Kamis, 10 Agustus 2023 - 17:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Hingga sekarang, tidak semua pasokan hortikultura di Labuan Bajo, Mabar, tidak dari Manggarai. Sebabnya, Manggarai tidak bisa memenuhi kebutuhan horti dalam jumlah cukup dan pasokkan yang kontinyu.

Ketika berbicara di hadapan petani dari wilayah pengembangan listrik panas bumi Ulumbu di kawasan Poco Leok, Manggarai, NTT, Kamis (10/8/2023), pemilik usaha horti Kelompok  Wanita Tani (KWT) Kartika Lao, Ruteng, Lambert Enga mengatakan, pangsa pasar horti itu sangat besar.

“Horti berapapun pasti terserap atau dibeli karena kebutuhan setiap hari. Labuan Bajo penyerap horti paling besar,” katanya.

Catatannya, demikian pensiunan TNI itu, kebutuhan horti di Kota Super Premium itu tidak semua dipasok dari Manggarai, tetapi dari Ngada, Bima, Makassar, Bali, dan bahkan Surabaya.

Mengapa Manggarai tidak cukup? Karena budidayanya tidak dilakukan secara terencana dan terorganisasi secara baik. Hal itu berpengaruh pada pasokkan yang tidak sesuai dengan kemauan pasaran.

Baca Juga :  Bawaslu Manggarai Ingatkan Pelaku Media Soal Saksi Pidana Berkampanye Luar Jadwal

Karena itu, lanjut Lambertus, sangat mengapresiasi dan mendukung ketika petani atau kelompok petani atau siapapun yang fokus bergerak pada usaha hortikultura. Dirinya siap mendampingi dengan membagi ilmu dan pengetahuan.

Menurutnya, Manggarai sangat potensial untuk usaha horti. Tinggal sekarang ada  niat dan kemauan untuk belajar serius bagaimana menghasilkan horti yang baik itu.

Zaman ini, lanjut Lambertus, tidak bisa lagi mengusahakan sesuatu secara tradisional. Kalau sekadar untuk konsumsi, mungkin bisa. Tetapi, usaha bisnis, mau tidak mau harus secara profesional.

Pensiunan TNI Lambertus mengatakan, sesuai dengan pengalamannya selama ini, sedikitnya ada enam sasaran pasaran horti di Labuan Bajo, seperti di pasar inpres yang ada, warung-warung, hotel dan restoran;

Baca Juga :  Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar

Lalu, kapal-kapal wisata, bungalow-bungalow, dan masyarakat di pulau-pulau. Masyarakat pulau tak saja untuk konsumsi, tetapi untuk dijual lagi.

Karena itu, petani dari wilayah Poco Leok ditantang untuk menjadi petani yang profesional. Pelatihan ini harus ada hasilnya berupa bisa mengusahakan horti yang baik di kampungnya.

Sedangkan Asisten Manajer Perizinan dan Umum PLN UIP Nusra, Lalu Irlan Jayadi mengatakan, PLN sudah mempunyai rancangan kegiatan untuk masyarakat di kawasan Poco Leok. Sekarang ini, fokus pada usaha kemandirian ekonomi lewat usaha hortikultura.

“Setelah ini, apa yang hendak dilakukan dan dikembangkan petani, PLN siap dukung. Karena program kita pasti berkelanjutan nantinya,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WITA

Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan

Berita Terbaru