Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok - FloresPos Net

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengirim dan mensiagakan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati yang disiagakan di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai sejak Jumat (4/9/2026) hingga beberapa pekan ke depan.

Hal ini dilakukan untuk semakin mendekatkan pelayanan misi kesehatan dan misi kemanusiaan kepada warga terdampak gempa tektonik berskala 7,7 skala richter yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Untuk memudahkan pelayanan misi kesehatan dan kemanusiaan ini, RSA ini dilengkapi 18 personel.

Personel baru ini akan memperkuat tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dan relawan kesehatan PDI Perjuangan yang telah lebih menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa sejak 16 Agustus 2026.

Informasi yang diterima media ini dari Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Bidang Kaderisasi Klementinus Rahmad Pedu Sakri, Kapal RSA Laksamana Malahayati ini menjalani misi kesehatan dengan layanan pemeriksaan kesehatan dan layanan pengobatan kepada masyarakat terdampak gempa terutama penyintas yang mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat ini.

Baca Juga :  Bikin Bangga, Dua Atlet Kempo Manggarai Timur Raih Juara 2 Nasional

Selain menjalani misi kesehatan, Kapal RSA Laksamana Malahayati juga menyiapkan aneka logistik untuk kebutuhan warga terdampak, termasuk puluhan tenda yang nantinya didistribusikan ke sejumlah sekolah terdampak gempa di Flores.

Semangat Gotong Royong

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Bidang Kaderisasi Klementinus Rahmad Pedu Sakri mengemukakan bahwa keberadaan armada kapal rumah sakit apung ini merupakan implementasi misi kemanusiaan PDI Perjuangan sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Kapal dikirim untuk memperkuat personel Baguna dan relawan kesehatan yang sebelumnya telah berada di lapangan,” kata Pedu Saksi.

Pedu Sakri menggarisbawahi bahwa misi kemanusiaan ini sejalan dengan komitmen Ketua Umum PDI Perjuangan yang menekankan bahwa bantuan kemanusiaan mesti dilandasi semangat gotong royong dan kemanusiaan.

“Pelayanan ditujukan kepada masyarakat terdampak tanpa membedakan latar belakang politik, suku, agama, maupun status sosial,” katanya.

Untuk diketahui bahwa .RSA Laksamana Malahayati ini telah menjalankan misi kemanusiaan dengan berkeliling ke sejumlah wilayah Indonesia sejak 2023.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Suami Korban Kebakaran Rumah di Reo sebagai Tersangka

Kapal RSA digunakan sebagai fasilitas kesehatan dan bergerak untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit memperoleh pelayanan medis.

Diterima Secara Adat

Pantauan media ini, kedatangan tim RSA ini disambut elemen warga saat berlabuh di Pelabuan Kedindi. Kedatangan tim disambut dengan ritus adat Manggarai yang ditandai acara adat Kapu dan Tuak Curu.

Usai diterima, tim yang menjalankan misi kesehatan dan kemanusiaan ini mulai menjalankan tugas pelayanan kesehatan dan pendistribusian logistik, termasuk pembagian tenda ke beberapa lembaga pendidikan.

Apresiasi

Sejumlah elemen warga lintas agama di Kecamatan Reok menyampaikan apresiasi atas komitmen PDI Perjuangan yang terus menjalankan misi pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa Flores yang terpusat di Kecamatan Reok.

“Elemen warga menyampaikan apresiasi atas misi kesehatan dan misi kemanusiaan yang dijalankan DPP PDI Perjuangan ini,” kata Yohanes Ardian salah seorang warga terdampak gempa. *

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA