Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores - FloresPos Net

Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wall Abulat

PERISTIWA Sabtu Kelabu gempa tektonik berkekuatan 7,7 skala richter yang mengguncang Flores, termasuk Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai pada 15 Agustus 2026 lalu masih menggurat kesedihan di hati kita semua.

Kita bersedih karena ada di antara saudara-saudari kita yang terpaksa berpisah lebih awal dari ziarah hidup ini dan harus menghadap Sang Khalik dalam kondisi berbalut duka.

Kondisi kedukaan kita semakin terasa karena locus di mana lingkungan kita yang sebelumnya bercerita dalam balutan kasih persaudaraan dalam aneka pelayanan berubah menjadi sepi, isak tangis, ketakutan.

Baca Juga :  In Memoriam P. Klaus Naumann, SVD: Dari Pastor Bombon dan Cokelat hingga Donatur untuk Karya Kemanusiaan TRUK-F

Arena pasar rakyat tempat yang sebelumnya menjadi ajang perjumpaan para penjual dan pembeli berubah menjadi puing-puing bangunan yang sepi dan terkesan angker.

Praktis pascagempa tektonik itu, pelaku UMKM yang sebelumnya membuka usaha jualan di kios-kios rumah mereka enggan berjualan lagi.

Demikian juga pelaku usaha yang menjual BBM eceran menggunakan botol aqua yang biasanya berjejeran berjualan di beberapa jalan utama Reo Ibu Kota Kecamatan Reok enggan melakukan usaha jualan.

Baca Juga :  Banjir Terjang Padi Sawah Siap Panen di Persawahan Pantai Selatan Manggarai

Tak heran pascagempa hingga 10 hari sesudahnya, Reok Ibu Kota Kecamatan Reok ibaratnya kota mati. Sepi, hening dan yang ada getaran bangunan sisa tatkala wilayah ini terus digoyang gempa susulan yang tak kunjung henti.Kondisi seperti ini terus terjadi hingga saat ini, meski frekuensinya semakin menurun.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka
Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
‘Berlutut’ di Antara Duka
Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WITA

Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:11 WITA

Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:33 WITA

Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:43 WITA

Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda

Berita Terbaru