Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo - FloresPos Net

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruas jalan Nangamboa - Watumite di Kampung Koporombo, Desa Tenda - Ondo, Ende, NTT.

Ruas jalan Nangamboa - Watumite di Kampung Koporombo, Desa Tenda - Ondo, Ende, NTT.

Oleh: Bayu Tonggo

MALAM itu, tiga pemuda duduk berbincang di bawah sebuah terpal berukuran sekitar 5 × 7 meter. Di sekeliling mereka, beberapa kelompok pemuda dan bapak-bapak tampak larut dalam percakapan masing-masing.

Sebagian bermain kartu, sebagian lainnya sekadar menikmati kopi dan cerita setelah makan malam bersama.

Suasana seperti itu bukanlah sesuatu yang istimewa bagi masyarakat Desa Tenda-Ondo, Kabupaten Ende, NTT. Biasanya, setelah sebuah acara atau kegiatan bersama selesai, orang-orang tidak langsung pulang. Mereka duduk, makan, berbincang, tertawa, dan membicarakan banyak hal.

Malam itu, mereka dipertemukan lewat acara peletakan batu pertama (leta batu) sebuah rumah di ujung desa yang berlangsung siang hari itu.

Baca Juga :  Berkat Kunjungan Wapres, Dinas Pertanian Sikka Dapat Bantuan Rp11,5 Miliar

Namun, di antara percakapan ringan dan suara kartu yang sesekali beradu, tiga pemuda justru memperdebatkan sebuah pertanyaan yang bagi mereka tidak sederhana: mana yang seharusnya lebih dahulu hadir di desa – listrik, jalan, atau sinyal internet?

Pertanyaan itu terdengar sederhana. Bahkan mungkin terdengar seperti percakapan receh yang tidak akan mengubah apa pun. Namun, di balik perdebatan tersebut tersimpan pengalaman panjang masyarakat tentang pembangunan yang mereka tunggu.

Baca Juga :  KSOP Ende Imbau Nelayan dan Pelra Waspada Cuaca Ekstrem di Perairan NTT

Tiga Pilihan, Tiga Alasan

Pemuda pertama memilih listrik. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat.

Dengan adanya listrik, rumah-rumah dapat diterangi pada malam hari. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman. Peralatan rumah tangga pun dapat digunakan.

“Kalau sudah ada listrik, pasti ada kulkas, televisi, dan alat-alat rumah tangga lain yang membutuhkan arus listrik,” katanya.

Pemuda kedua tidak sependapat. Baginya, jalan harus menjadi prioritas. Jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain. Jalan adalah akses.

Berita Terkait

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 17:52 WITA

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA

Nusa Bunga

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:52 WITA