Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo - FloresPos Net - Page 3

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruas jalan Nangamboa - Watumite di Kampung Koporombo, Desa Tenda - Ondo, Ende, NTT.

Ruas jalan Nangamboa - Watumite di Kampung Koporombo, Desa Tenda - Ondo, Ende, NTT.

Bukan berarti masyarakat tidak memiliki harapan. Justru sebaliknya. Mereka telah terlalu lama berharap. Mereka berharap listrik menerangi rumah-rumah. Mereka berharap jalan memudahkan perjalanan. Mereka berharap sinyal internet menghubungkan mereka dengan dunia yang lebih luas.

Ketiga hal itu bagi masyarakat desa bukan sekadar simbol kemajuan. Ketiganya merupakan sarana untuk membuka lebih banyak kemungkinan dalam kehidupan.

Mencari Sinyal Berarti Mendaki Bukit

Bagi saya yang lahir pada awal tahun 2000-an, cerita tentang listrik, jalan, dan sinyal internet di Desa Tenda-Ondo merupakan bagian dari cerita masa kecil dan remaja yang sering muncul dalam percakapan keluarga. Cerita itu terasa seperti kisah yang selalu hadir saat makan. Dibicarakan berulang kali, tetapi belum juga menemukan akhir.

Ruas jalan Nangamboa – Watumite di Kampung Koporombo, Desa Tenda – Ondo, Ende, NTT.

Saya terutama mengingat saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Ketika sekolah dan kampus ditutup dan kegiatan pembelajaran dipindahkan ke rumah, keterbatasan akses internet menjadi persoalan yang sangat nyata bagi pelajar dan mahasiswa di desa.

Baca Juga :  Memotivasi Anak - Anak di Kampung, Komunitas Kumat Ende Gelar Nobar Film Beta Maluku

Ketika teman-teman di tempat lain cukup duduk di kamar untuk mengikuti pembelajaran daring, sebagian pelajar dan mahasiswa di desa kami harus mencari tempat yang memungkinkan telepon genggam menangkap sinyal.

Ada yang berjalan menuju kebun. Ada yang menyusuri hutan. Ada yang menaiki bukit. Ada pula yang berdiri di tempat tertentu hanya agar satu atau dua garis sinyal muncul di layar telepon.

Tugas sekolah dan kuliah harus dikirim. Materi pembelajaran harus diunduh. Pesan dari guru dan dosen harus dibaca. Semua itu membutuhkan sesuatu yang pada waktu itu justru sulit ditemukan: sinyal internet. Pada masa itu, mencari sinyal bukan sekadar urusan teknologi.

Baca Juga :  Meski Keterbatasan Akses Infrastruktur Jalan, Desa Nila Masuk Salah Satu Pionir KDMP di Ende

Mencari sinyal berarti berjalan lebih jauh, mendaki lebih tinggi, menunggu lebih lama, dan kadang-kadang menerima kenyataan bahwa setelah sampai di suatu tempat, sinyal kembali menghilang.

Dari Menaruh Telepon di Dinding hingga Terhubung dengan Dunia

Cerita tentang sinyal kemudian mulai berubah. Sekitar tahun 2021, sebuah menara BTS mini dari program BAKTI didirikan di sekitar SDK Malasera, Desa Natatute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Letaknya memang berada di desa dan kabupaten tetangga, serta jangkauannya belum mampu memberikan sinyal secara merata ke seluruh wilayah desa kami.

Namun, kehadirannya cukup untuk membawa perubahan. Di beberapa tempat, telepon genggam mulai mendapatkan sinyal. Perubahan itu mungkin tampak kecil bagi orang yang sejak lahir sudah terbiasa dengan jaringan internet.

Namun, bagi masyarakat yang sebelumnya harus mencari-cari tempat untuk mendapatkan sinyal, beberapa titik yang memiliki jaringan merupakan sesuatu yang berarti.

Berita Terkait

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WITA

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA