RUTENG, FLORESPOS.net-Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) dan In- Flores Project siap mengucurkan dana Rp 1.300.000.000 atau 1,3 M untuk pengembangan usaha 8 kelompok tani hutan (KTH) yang bergerak di pengembangan jasa wisata berbasis masyarakat dan pengembangan bisnis ramah keanekaragaman hayati.
Delapan KTH yang bergerak pada dua kegiatan di atas yakni KTH Ghese Berek, KTH Ratu Kelambu, KTH Nai Dhia, KTH Weki Ndai, KTH Dhia Imus, KTH Rumput Laut, KPUPR, dan Bank Sampah Lestari.
Perihal pengucuran dana Rp 1,3 M ini disampaikan Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th atau yang akrab disapa Bang Nick ketika menyampaikan materi di hadapan peserta kegiatan dan dihadiri Asisten II Setda Ngada Dr. Nicolaus Noywuli di Hotel Bintang Wisata Riung, Kabupaten Ngada, Rabu (23/9/2026).
Bang Nick pada kesempatan Ini menjelaskan bahwa dana Rp 1,3 M yang siap dikucurkan Ini akan dialokasikan untuk dua program yakni pengembangan usaha jasa wisata berbasis masyarakat lokal bagi 4 KTH yakni KTH Dhia Imus, KTH Rumput Laut, KPUPR, dan Bank Sampah Lestari sebesar Rp 800 juta, dan untuk pengembangan usaha bisnis ramah keanekaragaman hayati yang dikembangkan KTH Ghese Berek, KTH Ratu Kelambu, KTH Nai Dhia, dan KTH Weki Ndai sebesar Rp 500 juta.
LNBM dan IN FLORES siapkan kucurkan dana Rp 1,3 M untuk pengembangan usaha jasa wisata berbasis masyarakat lokal pengembangan usaha bisnis ramah keanekaragaman hayati, kata Bang Nick.
Susun Proposal dan RAB
Untuk menyukseskan usaha pengembangan bisnis dan jasa wisata berbasis masyarakat lokal dengan memanfaatkan dana sebesar Rp 1,3 M itu, maka LNBM menggandeng para dosen dari STIE Karya Ruteng yang ditugasi secara khusus untuk memberikan pelatihan penyusunan proposal KTH dan rancangan angaran biaya (RAB).
Media ini mencatat, Tim Dosen STIE hadir di setiap KTH dan mendampingi secara langsung bagaimana antusiasme KTH menyusun proposal dan rancangan anggara biaya dari setiap item usaha yang dikembangkan setiap kelompok usaha ke depannya.
Proposal dan RAB yang telah disusun 8 KTH ini akan diverifikasi oleh Tim verificator LNBM. Selanjutnya, proposal KTH-KTH ini akan dibiayai oleh LNBM melalui In-Flores Project.
Narasumber Lengkap
Sebelum mengucurkan dana, LNBM dan In Flores menggelar kegiatan pelatihan pengembangan bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati dan pengembangan jasa wisata berbasis masyarakat lokal yang terpusat di Hotel Bintang Wisata Riung, Kabupaten Ngada, Selasa hIngga Sabtu (22-26/9/2026.
Puluhan pelaku bisnis dan pelaku wisata itu berasal dari 8 KTH yang dibagi dalam dua kelompok yakni yang mengikuti pelatihan dengan tema pengembangan bisnis ramah keanekaragaman hayati terdiri dari KTH Ghese Berek, KTH Ratu Kelambu, KTH Nai Dhia, dan KTH Weki Ndai.
Sementara kelompok kedua juga peserta dari 4 KTH yakni KTH Dhia Imus, KTH Rumput Laut, KPUPR, dan Bank Sampah Lestari mengikuti pelatihan pengembangan jasa wisata berbasis masyarakat lokal.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th.
Selaku penanggung jawab kegiatan Ini adalah LNBM dan In-Flores dalam kemitraan dengan UNDP, gef, Kementerian Kehutanan RI, dan BBKSDA NTT.
Selaku nara sumber selama kegiatan Ini berjalan adalah Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, MTh; Asisten II Setda Ngada Dr. Nicolaus Noywuli; Kadis Pariwisata Kabupaten Ngada Oktavianus Botha Djawa, SE, MM; Tim Dosen STIE Karya Ruteng Metilda Darmayati, SP, M.M; Kordianus Larum, S.Ak, M.Ak; Yohana Maria Dolorosa Mahin, S.S, M.M; Rosalia Heldy Nono, S.Kg, M.M; Yosefa Maria Juita Hale, S.E, M.Si, dan Rikardus Nardin, SE, MM, dan Sekretaris Eksekutif LNBM Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th.
Narasumber lainnya Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Constant Nandus, S.E; Kadiv Amenitas dan Daya Tarif Wisata BPOLBF Ibu Ditha Manggiri, S.E., M.Si; Kasi Wilayah III BBKSDA NTT Yohanes B. Fua, S.Hut; dan Kabag Ekonomi Setda Ngada Wilhelmus Woghe, SH.
Rangkaian kegiatan dipandu moderator staf LNBM yang juga jurnalis senior Walburgus Abulat, S.Fil.
Aneka Materi
Pantauan media Ini, selama sepekan kegiatan berlangsung untuk kelompok KTH yang mengikuti Pelatihan dan pendampingan pengembangan jasa wisata berbasis masyarakat lokal mengikuti materi yang membahas secara khusus tentang konsep manajemen bisnis KTH, perencanaan dan organisasi usaha, pemasaran digital, administrasi usaha KTH, pencatatan transaksi dan buku kas; menghitung HPP, harga jual dan margIn, praktik simulasi pembukuan, pelatihan penyusunan proposal KTH, pelatihan penyusunan RAB.
Selain materi di atas, khusus bagi pemandu wisata dari KTH KPUPR juga mengikuti materi pariwisata berbasis masyarakat & potensi Riung, hospitality dan pelayanan wisata; komunikasi, etika dan menghadapi wisatawan, pengembangan produk paket wisata; dasar-dasar kepemanduan wisata, storytellIng & Interpretasi destInasi, praktik guidIng bagi 10 peserta KPUPR, dan simulasi pelayanan dan keselamatan wisata.
Sementara untuk KTH yang mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan bisnis ramah keanekaragaman hayati mengikuti aneka materi di antaranya bisnis ramah keanekaragaman hayati, profil dan potensi usaha KTH, konsep manajemen bisnis KTH, perencanaan & organisasi usaha, analisis rantai nilai dan benang ke pasar, praktik rantai nilai produk unggulan KTH, Klini bisnis, Penyusunan Rencana Usaha MIni, admInistrasi usaha KTH, pencatatan transaksi dan buku kas, penyusunan strategi pemasaran, dan aneka materi bisnis keanekaragaman hayati laInnya.
Tujuan
Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th kepada media Ini menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Riung itu antara laIn untuk menIngkatkan kapasitas masyarakat lokal di Riung dalam mengembangkan dan mengelola jasa wisata berbasis masyarakat yang berkualitas, berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kegiatan ini juga memiliki tujuan khusus yakni untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep pariwisata berbasis masyarakat; mengidentifikasi potensi jasa wisata yang dapat dikembangkan oleh kelompok masyarakat; menIngkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
MenIngkatkan kemampuan dasar kepemanduan wisata bagi 10 anggota KPUPR; mendorong pengembangan paket dan produk wisata berbasis potensi lokal Riung; menIngkatkan kapasitas kelompok dalam pengelolaan usaha usaha pariwisata; menIngkatkan kemampuan peserta dalam pemasaran dan promosi jasa wisata.
MengIntegrasikan pengelolaan lIngkungan dan kebersihan ke dalam pengembangan jasa wisata; mendampIngi peserta menyusun proposal usaha/Infrastruktur pariwisata; dan menghasilkan calon proposal yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari In Flores.
Langkah Strategis
Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki pada kesempatan ini juga menggarisbawahi, kegiatan pelatihan dan pendampIngan jasa wisata berbasis masyarakat lokal Riung diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata.
Menurutnya, kegiatan Ini dirancang tidak hanya menghasilkan penIngkatan pengetahuan tetapi juga mendorong lahirnya produk, jasa dan proposal usaha nyata yang dapat dikembangkan dan memperoleh dukungan pembiayaan.
“Melalui Integrasi antara penIngkatan kapasitas, pelatihan kepemanduan, pengembangan produk wisata, pengelolaan lIngkungan, pemasaran dan pendampIngan proposal, In Flores diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha pariwisata masyarakat di Riung sekaligus menIngkatkan manfaat ekonomi lokal dari aktivitas pemanfaatan pariwisata,” kata Teobaldus Deki.
Apresiasi
Asisten II Setda Ngada Dr. Nicolaus Noywuli dalam sesi kesempatan menyampaikan materi di depan peserta antara laIn menyampaikan apresiasi kepada LNBM yang konsisten menggelar aneka program pelatihan pengembangan bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati dan pengembangan jasa wisata berbasis masyarakat lokal bagi 8 KTH yang dipusatkan di Riung.
“PemerIntah Kabupaten Ngada menyampaikan apresiasi kepada LNBM dan IN-FLORES yang konsisten melaksanakan anak program pelatihan pengembangan bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati dan pengembangan jasa wisata berbasis masyarakat lokal di Riung,” kata Asisten II.
Asisten II yang juga Ketua Forum Konservasi Mbou memInta para KTH untuk tetap semangat dan mengikuti pelbagai program pemberdayaan yang diprogramkan IN FLORES dan LNBM. *
Penulis : Wall Abulat dan Kordianus Larum
Editor : Wentho Eliando










