Siswa dan Guru SLTA di Ruteng Antusias Ikuti Seminar Penguatan Moderasi Beragama - FloresPos Net

Siswa dan Guru SLTA di Ruteng Antusias Ikuti Seminar Penguatan Moderasi Beragama

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Utusan siswa dan guru dari 9 SLTA (SMA/SMK/MA) di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), antusias mengikuti Seminar Moderasi Beragama.

Seminar yang dilaksanakan di aula Asumpta Katedral Ruteng, Senin (25/8/2025) atas kerja sama Komisi HAK Paroki Katedral Ruteng, Komisi HAK Keuskupan Ruteng, Kantor Kemenag Manggarai, STIPAS Santo Sirilus Ruteng dan sekolah-sekolah menengah atas sekota Ruteng.

Nara sumber dalam seminar ini Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Manggarai Pontius Mudin, S.Fil yang membawakan materi berjudul Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Bagi Para Pelajar SMA/SMK/MA Kabupaten Manggarai.

Narasumber lainnya yakni Dosen STIPAS Ruteng yang juga Ketua Komisi HAK Keuskupan Ruteng RD. Dr. Hironimus Bandur, S.Fil, M.Th membawakan materi berjudul “Citra Moderasi Beragama di Tengah Gempuran Intoleransi di Indonesia”. Selaku moderator Dosen Unika Santo Paulus Ruteng Vinsen Sumardi, M.Pd.

Baca Juga :  Ini Hasil Drawing Piala Gubernur ETMC XXXIV 2025 Ende

Kakankemenag Kabupaten Manggarai dalam materinya antara lain mengurai 4 standar pokok moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan, toleran, anti kekerasan dan hargai budaya lokal.

“NTT dalam beberapa tahun terakhir selalu menempati tempat tertinggi skor Indeks toleransi di Indonesia, mari kita rawat dan jaga citra ini,” pinta Pontius Mudin.

Ponsi Mudin juga menjelaskan tujuh esensi keagamaan dalam penguatan moderasi beragama.

Baca Juga :  Ziarah ke Makam Pater Waser Jadi Mata Acara Pancawindu Alumni SMP-SMA St. Klaus- Kuwu- Manggarai 

Pertama, menjaga keselamatan jiwa di mana setiap umat beragama harus berupaya mencegah hal buruk yang dapat mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa manusia.

Kedua, menjunjung tinggi keadaban mulia. Setiap umat beragama harus menjadikan nilai moral universal dan pokok ajaran agama sebagai pandangan hidup (world view) dengan tetap berpijak pada jari diri bangsa Indonesia.

Ketiga, menghormati harkat dan martabat kemanusiaan.Setiap umat beragama harus mengutamakan sikap memanusiakan manusia baik laki-laki maupun perempuan atas dasar kesetaraan hak dan kewajiban warga negara demi kemaslahatan bersama.

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Berita ini 404 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

Berita Terbaru