Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan - FloresPos Net

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Guna mengurangi ketergantungan berlebih pada sektor pariwisata dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah, kebijakan pembangunan Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2027 diarahkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai basis diversifikasi ekonomi sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.

Langkah ini ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjawab tantangan produktifitas lahan yang belum optimal, keterbatasan irigasi, rendahnya mekanisme serta dampak perubahan iklim terhadap sektor primer.

Demikian Bupati Mabar, Edistasius Endi, pada menyampaikan arah Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Mabar Tahun 2027, bertempat di ruang rapat utama DPRD Mabar di Labuan Bajo baru-baru ini.

Sektor pariwisata, kata Bupati Edi, tetap menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi Mabar. Hal itu mengingat Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang menjadi gerbang menuju Taman Nasional Komodo (TNK).

Kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan PDRB, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah menjadikannya penggerak utama laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Tekan Hoaks dan Politik Identitas, Bawaslu Manggarai Barat Gandeng Media Massa

Namun demikian, ketergantungan tinggi pada satu sektor membawa resiko kerentanan terhadap guncangan eksternal (perlambatan ekonomi global, penurunan kunjungan wisatawan).

Oleh karena itu, arah kebijakan Tahun 2027 tidak hanya diarahkan pada peningkatan kuantitas kunjungan wisatawan, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan pengembangan destinasi, melalu penguatan desa wisata, dan wisata berbasis masyarakat, peningkatan kualitas SDM pariwisata, promosi digital, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, serta peningkatan amenitas dan aksesibilitas kawasan.

Kebijakan ini juga selaras dengan agenda Destination Sustainability Certification (DSC) yang tengah dikembangkan di Labuan Bajo, guna memastikan pertumbuhan sektor pariwisata tidak mengorbankan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan ekosistim TNK.

Lanjut Bupati Edi, elaborasi kebijakan penguatan ekosistim pangan antara lain pembanginan dan rehabilitasi litasi jaringan irigasi, penyedian benih/bibit unggul, bantuan alat dan mesin pwrtanian, penguatan kelembaggan dan SDM petani dan nelayan, pengembangan hortikultura bernilai tambah tinggi, penguatan budidaya perikanan, pembangunan sarana rantai dingin (cold chain), serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan melalu hilirisasi skala lokal.

Baca Juga :  Di Manggarai Barat Ada Candi Buatan Makluk Halus

Diversifikasi ini penting agar pertumbuhan PDRB tidak hanya bertumpu pada satu sektor jasa, melainkan memiliki struktur ekonomi yang lebih tanggu dan merata antarwilayah kecamatan.

Tak hanya penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, arah kebijakan pembangunan Mabar 2027, juga pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai basis pertumbuhan ekonomi inklusif.

Selain itu peningkatan investasi dan penguatan iklim usaha yang kondusif. Disamping itu, arah kebijakan pembangunan Mabar 2027, seperti tertuang dalam KUA/PPAS tersebut, yakni percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran melalu pemerataan pembangunan.

Hadir sidang paripurna dewan yang dipimpin Ketua DPRD Mabar, Benediktus Nurdin, yakni Wakil Bupati Mabar Yulianus Weng, Wakil Ketua Satu Rikardus Jani dan Wakil Ketua Dua Sewargading S. J. Putera, para anggota dewan dan para pimpinan SKPD/OPD lingkup Pemkab Mabar. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 268 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA