LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Guna mengurangi ketergantungan berlebih pada sektor pariwisata dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah, kebijakan pembangunan Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2027 diarahkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai basis diversifikasi ekonomi sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.
Langkah ini ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjawab tantangan produktifitas lahan yang belum optimal, keterbatasan irigasi, rendahnya mekanisme serta dampak perubahan iklim terhadap sektor primer.
Demikian Bupati Mabar, Edistasius Endi, pada menyampaikan arah Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Mabar Tahun 2027, bertempat di ruang rapat utama DPRD Mabar di Labuan Bajo baru-baru ini.
Sektor pariwisata, kata Bupati Edi, tetap menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi Mabar. Hal itu mengingat Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang menjadi gerbang menuju Taman Nasional Komodo (TNK).
Kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan PDRB, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah menjadikannya penggerak utama laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun demikian, ketergantungan tinggi pada satu sektor membawa resiko kerentanan terhadap guncangan eksternal (perlambatan ekonomi global, penurunan kunjungan wisatawan).
Oleh karena itu, arah kebijakan Tahun 2027 tidak hanya diarahkan pada peningkatan kuantitas kunjungan wisatawan, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan pengembangan destinasi, melalu penguatan desa wisata, dan wisata berbasis masyarakat, peningkatan kualitas SDM pariwisata, promosi digital, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, serta peningkatan amenitas dan aksesibilitas kawasan.
Kebijakan ini juga selaras dengan agenda Destination Sustainability Certification (DSC) yang tengah dikembangkan di Labuan Bajo, guna memastikan pertumbuhan sektor pariwisata tidak mengorbankan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan ekosistim TNK.
Lanjut Bupati Edi, elaborasi kebijakan penguatan ekosistim pangan antara lain pembanginan dan rehabilitasi litasi jaringan irigasi, penyedian benih/bibit unggul, bantuan alat dan mesin pwrtanian, penguatan kelembaggan dan SDM petani dan nelayan, pengembangan hortikultura bernilai tambah tinggi, penguatan budidaya perikanan, pembangunan sarana rantai dingin (cold chain), serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan melalu hilirisasi skala lokal.
Diversifikasi ini penting agar pertumbuhan PDRB tidak hanya bertumpu pada satu sektor jasa, melainkan memiliki struktur ekonomi yang lebih tanggu dan merata antarwilayah kecamatan.
Tak hanya penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, arah kebijakan pembangunan Mabar 2027, juga pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai basis pertumbuhan ekonomi inklusif.
Selain itu peningkatan investasi dan penguatan iklim usaha yang kondusif. Disamping itu, arah kebijakan pembangunan Mabar 2027, seperti tertuang dalam KUA/PPAS tersebut, yakni percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran melalu pemerataan pembangunan.
Hadir sidang paripurna dewan yang dipimpin Ketua DPRD Mabar, Benediktus Nurdin, yakni Wakil Bupati Mabar Yulianus Weng, Wakil Ketua Satu Rikardus Jani dan Wakil Ketua Dua Sewargading S. J. Putera, para anggota dewan dan para pimpinan SKPD/OPD lingkup Pemkab Mabar. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










